• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Apakah TBC Bisa Menular? Ini Upaya Pencegahannya

27/06/2025

9 Tahun Bekerja Dengan Status Kontrak, Randu Kurniawan Gugat Perumda Tirta Mayang ke PHI Jambi

01/07/2026

KAMI Soroti Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung, Desak Aparat Usut Tuntas

02/07/2026

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Anggota Komisi V DPR RI H.Bakri HM. [Dok.Istimewa]

Jatuh Sakit, Anggota DPR RI H. Bakri Dikabarkan Dirawat di RS Medistra Jakarta

28/06/2026

Wawako Diza Buka Workshop Digital Marketing, Dorong Milenial Jambi Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Modern

27/06/2026

Wali Kota Jambi Lepas 97 Atlet Sepatu Roda Ikuti Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026

27/06/2026

Dekranasda Kota Jambi Dorong Generasi Muda Mandiri Lewat Pelatihan Membatik

24/06/2026

Buntut “Pasang Badan” Untuk MBG, Ivan Wirata dilaporkan Ke BK DPRD Provinsi Jambi

24/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Artikel Kesehatan

Apakah TBC Bisa Menular? Ini Upaya Pencegahannya

by Tim Redaksi
27/06/2025
in Kesehatan
0

TAJOM.ID – Tuberkulosis atau TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global hingga saat ini.

Meski sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan memiliki pengobatan yang terbukti efektif, TBC tetap menempati peringkat atas dalam daftar penyebab kematian akibat penyakit infeksi, terutama di negara berkembang.

TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, ginjal, otak, dan kelenjar getah bening.

Proses Penularan

TBC tergolong penyakit menular. Penularannya terjadi melalui udara saat penderita TBC aktif batuk, bersin, atau bahkan berbicara.

Bakteri penyebab TBC keluar bersama percikan droplet halus, kemudian terhirup oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

Meskipun begitu, penularan TBC tidak semudah penularan flu atau COVID-19. Dibutuhkan paparan dalam waktu lama dan intens, terutama dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi memadai.

Tidak semua orang yang terpapar bakteri TBC akan langsung jatuh sakit. Sebagian besar orang sehat dapat melawan infeksi dan menahannya dalam kondisi tidak aktif atau laten.

Dalam kasus TBC laten, bakteri tetap berada di dalam tubuh namun tidak menimbulkan gejala dan tidak dapat menular ke orang lain. Jika sistem kekebalan tubuh melemah, infeksi laten dapat berubah menjadi TBC aktif.

Gejala Klinis

Gejala TBC bervariasi tergantung organ yang terinfeksi, namun gejala paling umum ditemukan pada TBC paru.

Ciri-ciri utamanya meliputi batuk berdahak yang berlangsung lebih dari dua minggu, sering disertai darah, nyeri dada, penurunan berat badan drastis, demam ringan terutama pada malam hari, dan berkeringat saat tidur.

Pada TBC di luar paru, gejalanya bisa berupa pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung atau sendi, sakit kepala, hingga gangguan ginjal, tergantung bagian tubuh yang terinfeksi.

Karena sifatnya yang beragam, TBC sering kali terlambat terdiagnosis, terutama bila menyerang organ selain paru-paru.

Siapa yang Berisiko?

Siapa pun bisa terinfeksi TBC, namun beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti penderita HIV/AIDS, diabetes, kanker, atau gizi buruk lebih rentan terhadap infeksi aktif.

Selain itu, petugas medis, narapidana, tunawisma, dan mereka yang tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi buruk juga masuk kategori berisiko tinggi.

Faktor sosial ekonomi turut mempengaruhi persebaran TBC. Kemiskinan, akses terbatas terhadap layanan kesehatan, serta pengetahuan yang rendah tentang penyakit ini menjadi tantangan besar dalam pengendalian kasus.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Diagnosis TBC dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium.

Pemeriksaan dahak untuk melihat keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis menjadi langkah utama dalam mendiagnosis TBC paru. Sinar-X dada juga sering digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan pada paru-paru yang mengarah pada TBC.

Metode terbaru seperti tes cepat molekuler (TCM) atau GeneXpert memungkinkan deteksi bakteri TBC sekaligus mengidentifikasi resistansi terhadap obat tertentu, terutama rifampisin.

Pemeriksaan lanjutan seperti kultur bakteri dan uji tuberkulin dapat membantu diagnosis pada kasus TBC laten atau TBC di luar paru.

Pengobatan dan Kepatuhan

TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan konsisten. Program pengobatan standar memerlukan konsumsi obat selama minimal enam bulan tanpa putus.

Kombinasi antibiotik yang digunakan meliputi isoniazid, rifampisin, etambutol, dan pirazinamid. Kepatuhan dalam menjalani terapi menjadi faktor penentu keberhasilan pengobatan.

Bila pengobatan dihentikan sebelum waktunya, bakteri TBC bisa menjadi kebal terhadap obat dan menyebabkan TBC resisten obat atau MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis).

Kondisi ini memerlukan pengobatan lebih lama, lebih mahal, dan dengan risiko efek samping yang lebih tinggi.

Upaya Pencegahan

Pencegahan TBC dimulai dari deteksi dini dan pengobatan kasus aktif. Isolasi sementara penderita TBC aktif, penggunaan masker, dan peningkatan ventilasi ruangan menjadi langkah penting dalam mencegah penularan.

Vaksinasi BCG (Bacille Calmette-Guerin) diberikan kepada bayi sebagai upaya pencegahan dini, meskipun efektivitasnya lebih tinggi dalam mencegah TBC berat pada anak-anak dibanding TBC paru pada orang dewasa.

Program nasional pengendalian TBC juga menekankan pentingnya pelacakan kontak dan pemeriksaan rutin pada kelompok berisiko tinggi. Edukasi masyarakat dan penguatan layanan kesehatan primer menjadi pilar utama dalam menurunkan angka kejadian TBC.

Kesimpulan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang.

Penularannya terjadi melalui udara dan dapat dicegah serta diobati jika ditangani dengan benar. Kepatuhan terhadap pengobatan dan kesadaran akan pentingnya deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit ini.

Meski bukan penyakit baru, TBC tetap membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan sistem kesehatan untuk dapat diberantas secara menyeluruh.

Tags: Artikel KesehatanTBCTuberkulosis
Share199Tweet124SendScan
Previous Post

Benarkah Merokok Dapat Menenangkan Pikiran? Ini Faktanya

Next Post

Bahaya Pinjaman Online: Kemudahan yang Menjerat

Related Posts

Benarkah Merokok Dapat Menenangkan Pikiran? Ini Faktanya

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID - Kebiasaan merokok kerap dikaitkan dengan efek menenangkan. Tidak sedikit perokok yang beranggapan bahwa sebatang rokok mampu meredakan stres,...

Bronkitis: Penyakit Saluran Pernapasan yang Kerap Diabaikan

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID - Bronkitis merupakan gangguan pernapasan yang terjadi akibat peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran yang membawa udara dari trakea...

Ini Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Kulit

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID - Kulit manggis, bagian luar dari buah manggis yang memiliki warna ungu gelap, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional...

Next Post

Bahaya Pinjaman Online: Kemudahan yang Menjerat

Tompel dalam Dunia Kecantikan: Antara Ciri Unik dan Tantangan Estetika

DPC GMNI Jambi Tegak Lurus Kawal Kongres XXII: Lawan Provokasi, Jaga Marwah Perjuangan

Gubernur Al Haris: Lembaga Adat Melayu Jambi Pilar Budaya dan Mitra Pembangunan

Bupati Muaro Jambi Buka Sosialisasi Penyusunan Dokumen RPPEG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id