• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Benarkah Merokok Dapat Menenangkan Pikiran? Ini Faktanya

27/06/2025

Wali Kota Maulana Tutup TPS Pinggir Jalan di Kota Jambi, OPBM Jadi Solusi Jemput Sampah dari Rumah

16/05/2026

IHCS Jambi Soroti FPKM 20 Persen di Perkebunan Sawit: Sudah Berkeadilan atau Sekadar Formalitas

16/05/2026

Wawako Diza Lepas 288 Jamaah Calon Haji Kloter 20 Kota Jambi ke Tanah Suci

15/05/2026

Touring Ngasab Keliling Jambi, Padukan Performa Unggulan Honda PCX dan Gaya Hidup Sehat Lewat Padel

11/05/2026

Wali Kota Jambi Maulana Lepas Satgas Tanggap Bahagia, Pelanggar Perda Sampah dan PKL Akan Ditindak

11/05/2026

Debat Perdana Munas XVIII HIPMI, Wali Kota Maulana : Penting Guna Membangun Karakter Pengusaha Muda Kota Jambi

11/05/2026

Wawako Diza Sambut Hangat Para Calon Ketua Umum BPP HIPMI

11/05/2026

Danrem 042/Gapu Silaturahmi ke Kantor Bupati Kerinci, Perkuat Sinergi Program Strategis dan Stabilitas Wilayah

11/05/2026

Wali Kota Jambi Cup Race 2026 Resmi Digelar, 800 Pembalap Ramaikan Sirkuit Tugu Keris Siginjai

03/05/2026

Diduga Oknum Wakil Dekan UIN Jambi Digerebek di Kamar Kos Bersama Seorang Wanita

01/05/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Artikel Kesehatan

Benarkah Merokok Dapat Menenangkan Pikiran? Ini Faktanya

by Tim Redaksi
27/06/2025
in Kesehatan
0

TAJOM.ID – Kebiasaan merokok kerap dikaitkan dengan efek menenangkan. Tidak sedikit perokok yang beranggapan bahwa sebatang rokok mampu meredakan stres, menenangkan pikiran, atau membantu mengatasi tekanan emosional. Pandangan ini telah mengakar di berbagai lapisan masyarakat selama puluhan tahun.

Namun, apakah benar merokok memiliki efek menenangkan secara ilmiah? Penelusuran terhadap bukti medis dan psikologis menunjukkan fakta yang lebih kompleks.

Klaim Tentang Rokok dan Ketenangan

Secara umum, perokok melaporkan bahwa merokok memberikan rasa rileks, membantu berkonsentrasi, atau memberikan kenyamanan dalam situasi penuh tekanan.

Dalam survei dan wawancara, alasan “mengurangi stres” sering muncul sebagai motivasi utama merokok, selain karena faktor sosial atau kebiasaan.

Namun, sebagian besar dari persepsi tersebut terbentuk melalui pengalaman subjektif dan bukan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap reaksi fisiologis tubuh terhadap nikotin.

Kandungan Nikotin dan Efek Sementara

Nikotin, zat adiktif utama dalam rokok, memiliki efek stimulan sekaligus depresan terhadap sistem saraf pusat.

Saat nikotin masuk ke dalam tubuh, terjadi pelepasan dopamin dan neurotransmiter lain seperti serotonin dan norepinefrin yang berkaitan dengan rasa senang dan rileks.

Efek inilah yang menciptakan sensasi “tenang” dalam waktu singkat setelah merokok.

Namun, efek ini bersifat sementara dan menipu. Nikotin juga mempercepat denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan merangsang sistem saraf.

Dalam jangka panjang, tubuh menjadi terbiasa terhadap kehadiran nikotin, dan ketidakhadirannya justru menimbulkan kecemasan, iritabilitas, dan kegelisahan yang kemudian diredakan lagi dengan rokok.

Siklus ini menciptakan ketergantungan psikologis dan fisik yang memperkuat persepsi palsu bahwa merokok menenangkan.

Studi Ilmiah Membantah Efek Jangka Panjang

Berbagai studi ilmiah telah menunjukkan bahwa merokok tidak memberikan manfaat psikologis nyata dalam jangka panjang.

Penelitian dari British Medical Journal (BMJ) pada 2014 menyimpulkan bahwa berhenti merokok justru dikaitkan dengan penurunan tingkat kecemasan, depresi, dan stres.

Studi ini melibatkan lebih dari 26.000 partisipan dan menemukan bahwa mantan perokok melaporkan peningkatan kesehatan mental dalam waktu singkat setelah berhenti.

Sementara itu, laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyatakan bahwa merokok secara umum memperburuk gejala gangguan kecemasan dan depresi.

Nikotin mungkin memberikan kenyamanan sesaat, namun efek itu diimbangi oleh peningkatan risiko gangguan suasana hati akibat ketergantungan dan fluktuasi kadar zat kimia otak.

Efek Placebo dan Kekuatan Kebiasaan

Aspek psikologis lain yang memperkuat klaim bahwa merokok menenangkan adalah efek kebiasaan dan sugesti.

Merokok sering dilakukan dalam situasi tertentu: saat istirahat kerja, setelah makan, atau ketika berbincang dengan teman.

Situasi-situasi ini menciptakan asosiasi positif yang memperkuat keyakinan bahwa merokok membantu relaksasi.

Dalam beberapa kasus, efek yang dirasakan tidak berasal dari nikotin itu sendiri, melainkan dari ritual merokok, mengambil rokok, menyalakannya, menghembuskan asap.

Ini menciptakan efek placebo, di mana ketenangan yang dirasakan muncul bukan karena zat yang dikonsumsi, tetapi karena keyakinan terhadap efeknya.

Bahaya Psikologis dari Ketergantungan

Ketergantungan terhadap rokok justru dapat menimbulkan stres tersendiri. Saat kadar nikotin dalam darah menurun, tubuh merespons dengan gejala putus nikotin seperti kegelisahan, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati.

Hal ini menciptakan siklus yang merugikan secara psikologis: perokok merasa cemas karena kekurangan nikotin, lalu merokok lagi untuk meredakannya.

Kondisi ini berbeda dengan relaksasi alami yang bisa diperoleh melalui aktivitas seperti meditasi, olahraga, atau tidur cukup.

Cara-cara tersebut tidak menimbulkan ketergantungan atau efek samping merugikan seperti yang ditimbulkan oleh konsumsi nikotin.

Perspektif Medis dan Kesehatan Masyarakat

Dari sudut pandang medis dan kesehatan masyarakat, klaim bahwa merokok menenangkan pikiran dianggap sebagai mitos yang membahayakan.

Banyak kampanye antirokok yang menekankan bahwa persepsi ini justru memperkuat ketergantungan dan menghambat upaya berhenti merokok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga kesehatan global menekankan pentingnya edukasi publik tentang fakta ilmiah ini.

Penguatan intervensi berhenti merokok, termasuk dukungan psikologis dan terapi pengganti nikotin, dinilai lebih efektif dalam mengelola stres secara sehat.

Penutup

Merokok mungkin memberikan rasa tenang sesaat, namun kenyamanan itu bersifat semu dan diperoleh melalui mekanisme ketergantungan.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa rokok tidak benar-benar menenangkan pikiran dalam jangka panjang. Sebaliknya, kebiasaan ini memperburuk kondisi psikologis, meningkatkan stres, dan memicu gangguan suasana hati.

Mengandalkan rokok untuk mengatasi tekanan emosional bukan solusi yang sehat, melainkan jebakan yang memperkuat siklus ketergantungan dan membahayakan kesehatan secara menyeluruh.

Tags: Artikel KesehatanMerokok
Share204Tweet127SendScan
Previous Post

Bronkitis: Penyakit Saluran Pernapasan yang Kerap Diabaikan

Next Post

Apakah TBC Bisa Menular? Ini Upaya Pencegahannya

Related Posts

Apakah TBC Bisa Menular? Ini Upaya Pencegahannya

by Tim Redaksi
27/06/2025
0

TAJOM.ID - Tuberkulosis atau TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global hingga saat ini. Meski...

Bronkitis: Penyakit Saluran Pernapasan yang Kerap Diabaikan

by Tim Redaksi
27/06/2025
0

TAJOM.ID - Bronkitis merupakan gangguan pernapasan yang terjadi akibat peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran yang membawa udara dari trakea...

Ini Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Kulit

by Tim Redaksi
20/06/2025
0

TAJOM.ID - Kulit manggis, bagian luar dari buah manggis yang memiliki warna ungu gelap, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional...

Next Post

Apakah TBC Bisa Menular? Ini Upaya Pencegahannya

Bahaya Pinjaman Online: Kemudahan yang Menjerat

Tompel dalam Dunia Kecantikan: Antara Ciri Unik dan Tantangan Estetika

DPC GMNI Jambi Tegak Lurus Kawal Kongres XXII: Lawan Provokasi, Jaga Marwah Perjuangan

Gubernur Al Haris: Lembaga Adat Melayu Jambi Pilar Budaya dan Mitra Pembangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id