• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Mencari Penghidupan Sebanggol Sehari Dibumi Melayu Jambi

15/05/2025

Wali Kota Maulana Tutup TPS Pinggir Jalan di Kota Jambi, OPBM Jadi Solusi Jemput Sampah dari Rumah

16/05/2026

IHCS Jambi Soroti FPKM 20 Persen di Perkebunan Sawit: Sudah Berkeadilan atau Sekadar Formalitas

16/05/2026

Wawako Diza Lepas 288 Jamaah Calon Haji Kloter 20 Kota Jambi ke Tanah Suci

15/05/2026

Touring Ngasab Keliling Jambi, Padukan Performa Unggulan Honda PCX dan Gaya Hidup Sehat Lewat Padel

11/05/2026

Wali Kota Jambi Maulana Lepas Satgas Tanggap Bahagia, Pelanggar Perda Sampah dan PKL Akan Ditindak

11/05/2026

Debat Perdana Munas XVIII HIPMI, Wali Kota Maulana : Penting Guna Membangun Karakter Pengusaha Muda Kota Jambi

11/05/2026

Wawako Diza Sambut Hangat Para Calon Ketua Umum BPP HIPMI

11/05/2026

Danrem 042/Gapu Silaturahmi ke Kantor Bupati Kerinci, Perkuat Sinergi Program Strategis dan Stabilitas Wilayah

11/05/2026

Wali Kota Jambi Cup Race 2026 Resmi Digelar, 800 Pembalap Ramaikan Sirkuit Tugu Keris Siginjai

03/05/2026

Diduga Oknum Wakil Dekan UIN Jambi Digerebek di Kamar Kos Bersama Seorang Wanita

01/05/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

Mencari Penghidupan Sebanggol Sehari Dibumi Melayu Jambi

by Redaksi
15/05/2025
in Opini
0

TAJOM.ID – Bisa diungkapkan bahwa Jambi adalah tanah serpihan dari surga, mungkin juga kita sering mendengar ungkapan “apo yang dak ado dijambi”diartikan “apa yang tidak ada dijambi” itulah ungkapan yang ditunjukan untuk menggambarkan kekayaan yang ada diprovinsi Jambi.

Namun, dalam kenyataannya kekayaan alam jambi tidak dibarengi dengan keadaan manusia yang hidup diatasnya. Masih banyak masyarakat jambi yang masih belum mampu untuk menunjang kehidupan sehari-harinya diprovinsi Jambi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) juga disebutkan lebih dari 272.200 rakyat jambi berada dijurang kemiskinan per maret 2023-september 2024 dengan garis kemiskinan sebesar Rp.658.100.

Dalam proses perhitungan BPS untuk menentukan seseorang dikatakan miskin atau tidak adalah menggunakan metode Basic Needs Approve atau pemenuhan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh rumah tangga baik makan maupun non makan yang tidak dipenuhi sehingga diasumsikan kemiskinan.

Kita akan teringat kepada tulisan Soekarno di Majalah Fikiran Ra’jat No. 21, 18 November 1932. Dalam majalah yang dipimpinnya itu, yang dimaksudkan sebagai alat pendidikan bagi kaum Marhaen, Soekarno menulis artikel berjudul, Orang Indonesia Tjoekoep Nafkahnja Sebenggol Sehari?.

Tulisan itu penuh kemarahan, kemarahan seorang pemimpin sekaligus seorang anak bangsa yang tidak terima manusia sebangsanya dihinakan oleh pejabatnya Direktur Binnenlandsch Bestuur (BB), atau semacam Menteri Dalam Negeri saat ini, apalagi oleh seorang pejabat pemerintahan kolonial yang berkata ”ternyata, bahwa kini satu orang yang dewasa bisa cukup dengan makan sebenggol sehari”.

Jika Sebenggol sehari yang diartikan sebagai hanya cukup makan untuk satu hari yang dijadikan acuan penentuan kaum miskin dan apabila mampu menunjang kebutuhan lain non-makanan dikatakan berkecukupan adalah sebuah kesalahan bepikir yang sangat fatal.

Seperti apa yang dituliskan bung karno pejabat tidak benar-benar memahami kondisi kaum marhaen. Pemerintah saat ini masih berpikir bahwa selama masih makan dan membeli baju berarti masih berkecukupan. Mereka tidak memahami antara cukup atau terpaksa cukup menjalani kehidupan yang demikian.

Jika kita berpandangan kaum miskin sebagaimana pandangan Bung Karno tentang kaum marhaen tentu kita lebih tahu betul siapa sebenarnya yang dikatakan miskin. Menurut Bung Karno Kaum Marhaen adalah kaum miskin yang tertindas oleh sistem yang menghisap, kaum miskin yang hanya bisa hidup dari hasil yang dikerjakan untuk menghidupin kebutuhan sehari-hari tetapi jika ada kebutuhan lain kaum marhaen harus bekerja lebih dari pekerjaan sebelumnya.

Contoh sepasang suami istri yang dimana sisuami seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai petani dan penghasilannya cukup untuk membeli makanan sehari-hari atau memenuhi kebutuhan primer.

Ketika suami istri tersebut memiliki anak yang kemudian akan tumbuh besar dan harus sekolah sipetani akan mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Jika ada kebutuhan lain seperti tiba-tiba anggota keluarganya sakit maka sisuami harus meningkatkan pekerjaannya kembali begitupun seterunya.

Pandangan Bung Karno untuk melihat siapa si miskin yang disebut kaum marhaen ini sangat-sangat dibutuhkan pejabat untuk memang betul-betul memahami kondisi rakyatnya. Dan agar pemerintah mampu memahami kata antara cukup atau terpaksa cukup.

Dengan kekayaan alam Jambi yang begitu melimpah namun jika rakyatnya masih tidak mampu memenuhi kebutuhannya maka percayalah kita benar-benar belum merdeka.

Penulis : Leni Yuliana Rusadi

Tags: DPC GMNI JambiGmnIJambiUnited Stated
Share203Tweet127SendScan
Previous Post

Diduga Coreng Nama Baik Golkar, DPP Golkar Didesak Pecat Cek Endra

Next Post

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Teguh Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina di Forum PUIC

Related Posts

GMNI Jambi Gelar Lomba Karya Tulis dan Talkshow Investasi di JBC

by Redaksi
14/02/2026
0

TAJOM.ID, Kota Jambi - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jambi resmi mengumumkan pemenang lomba karya tulis...

DPP GMNI: Tambang Emas Ilegal Hancurkan Lingkungan dan Sengsarakan Perempuan serta Anak

by Redaksi
14/02/2026
0

TAJOM.ID, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Sujahri Somar menyoroti temuan Pusat...

Perwakilan Mahasiswa Apresiasi Keterbukaan Pemerintah dalam Dialog di Istana Negara

by Redaksi
05/09/2025
0

TAJOM.ID, JAKARTA - Para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi mereka. Hal ini...

Next Post

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Teguh Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina di Forum PUIC

Gubernur Al Haris Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bahas Rencana Hibah ANHA untuk Kelola Danau Sipin

Polresta Jambi Kawal Program Ketahanan Pangan Bergizi Lewat Pengecekan Lokasi P2B

Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dorong Pembangunan Daerah, Bupati Muaro Jambi Audiensi dengan Menteri PUPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id