TAJOM.ID, JAMBI – Ketua Umum Tim Independent untuk Demokrasi dan Anti Korupsi (TINDAK), Wiranto B. Manalu, melontarkan tantangan terbuka kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, agar menunjukkan sikap yang sama terhadap polemik dugaan anggaran siluman Rp57 miliar sebagaimana yang pernah ditunjukkannya dalam membela keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Wiranto menyusul pemberitaan media yang mengutip Ivan Wirata menyatakan siap “pasang badan” demi keberlangsungan Program MBG saat menemui massa aksi yang mendukung program tersebut pada Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Ivan menegaskan bahwa MBG harus tetap dilanjutkan karena berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi dan pembangunan manusia di Provinsi Jambi.
Menurut Wiranto B. Manalu, keberanian seorang pejabat publik seharusnya tidak hanya ditunjukkan pada program-program yang populer, tetapi juga pada persoalan yang menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
“Saya menantang Ivan Wirata untuk melakukan hal yang sama. Jika berani pasang badan untuk Program MBG, maka seharusnya juga berani pasang badan untuk menjelaskan dan mengawal penyelesaian dugaan anggaran siluman Rp57 miliar yang menjadi polemik publik. Jangan hanya pasang badan untuk MBG,” tegas Wiranto.
Wiranto menilai publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan terkait polemik anggaran Rp57 miliar yang sempat memicu perdebatan antara legislatif dan eksekutif di Provinsi Jambi.
Diketahui, sebelumnya beberapa media memberitakan adanya dugaan penambahan anggaran Rp57 miliar dalam APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026 yang dipersoalkan karena disebut tidak melalui mekanisme pembahasan sebagaimana mestinya.
Polemik tersebut bahkan menjadi perhatian dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi. Gubernur Jambi saat itu juga memberikan tanggapan terkait isu anggaran Rp57 miliar yang ramai disebut sebagai “anggaran siluman” oleh sejumlah pihak.
Lebih lanjut, Wiranto mengatakan bahwa konsistensi sikap sangat penting bagi seorang pimpinan publik.
“Kalau memang berpihak kepada kepentingan rakyat, maka keberanian itu harus sama. Ketika ada dugaan anggaran siluman Rp57 miliar yang menyangkut uang rakyat, masyarakat juga menunggu siapa yang berani pasang badan untuk membuka semuanya secara terang-benderang. Jangan sampai keberanian hanya muncul pada isu MBG, sementara terhadap persoalan anggaran yang menjadi sorotan publik justru memilih diam,” ujarnya.
TINDAK, kata Wiranto, akan terus mengawal isu transparansi pengelolaan keuangan daerah dan mendorong seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat.
“Kami meminta Ivan Wirata menunjukkan sikap yang sama. Jika dulu pasang badan untuk MBG, sekarang pasang badan juga untuk mengungkap dan menjelaskan polemik anggaran siluman Rp57 miliar. Publik berhak mengetahui kebenarannya,” pungkasnya. (*)
















