TAJOM.ID , MUARA BUNGO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Jambi resmi menyelenggarakan Temu Daerah BEM Nusantara Jambi Ke-I di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Bungo, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Menyatukan Langkah, Meneguhkan Peran, Membawa Perubahan.”
Acara konsolidasi mahasiswa terbesar di tingkat provinsi tersebut dibuka dengan kehadiran Staf Ahli Gubernur Jambi, Bupati Bungo H. Dedy Putra, SH., M.Kn., serta Rektorat dan Civitas Akademik IAKSS Bungo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) se-Provinsi Jambi yang tergabung dalam BEM Nusantara Jambi.
Dalam Berbagainya, Pj. Koordinator BEM Daerah Nusantara Jambi, Fadhil Ikhsan Mahendra, menegaskan bahwa Temu Daerah ini merupakan momentum penting bagi arah gerakan mahasiswa di Provinsi Jambi.
“Ini adalah momentum untuk menjawab tantangan nasional dan daerah yang semakin kompleks. Gerakan mahasiswa tidak hanya dituntut secara kritis, tetapi juga harus mampu membangun sinergi yang produktif dan kolaboratif, dengan tetap mengedepankan esensi sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral,” ujarnya.
Fadhil juga menekankan bahwa penyelenggaraan Temu Daerah merupakan bentuk respon terhadap fragmentasi gerakan, perbedaan orientasi, dan lemahnya koordinasi isu yang selama ini menjadi hambatan dalam memperkuat suara mahasiswa di tingkat provinsi.
Wakil Rektor I IAKSS Bungo dalam Berbagainya menyampaikan bahwa Temu Daerah harus menjadi awal bagi kebangkitannya gerakan mahasiswa yang solid dan terarah.
“Jadikan Temu Daerah ini sebagai langkah awal untuk membangun gerakan yang kuat, sinergis, dan berorientasi pada perubahan, serta ruang memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan, penjaga nilai, dan pengontrol kebijakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bungo, H. Dedy Putra, SH., M.Kn., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini melahirkan arah gerakan yang lebih progresif.
“Hasil yang diharapkan dari Temu Daerah ini adalah lahirnya solidaritas yang lebih kuat antar mahasiswa, terbentuknya gerakan intelektual yang solutif, serta hadirnya gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan rumusan bersama terkait arah gerakan mahasiswa ke depan, termasuk penyelarasan isu daerah dan nasional sebagai wujud kontribusi aktif mahasiswa terhadap pembangunan.


















