TAJOM.ID, RIAU – PT Hutama Karya (Persero) mencatat sebanyak 587.310 kendaraan melintasi ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi selama periode libur panjang Paskah 2026, yakni pada 2–5 April 2026. Secara kumulatif, angka tersebut meningkat 43,62 persen dibandingkan volume lalu lintas (VLL) normal.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa selama periode tersebut pihaknya memastikan pelayanan operasional di seluruh ruas JTTS berjalan optimal melalui penguatan pengendalian trafik, penyiagaan petugas, serta koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan.
“Selama libur panjang Paskah, Hutama Karya memperkuat kesiapan layanan operasional di seluruh ruas JTTS, mulai dari penyiagaan petugas, optimalisasi layanan rest area, hingga pemantauan kondisi lalu lintas secara berkala bersama para pemangku kepentingan, agar perjalanan pengguna jalan tetap aman, lancar, dan nyaman,” ujar Iwan.
Puncak arus lalu lintas terjadi pada Minggu (5/4/2026) dengan total 160.533 kendaraan atau meningkat 44,35 persen dibandingkan VLL normal. Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan ibadah, kunjungan keluarga, maupun wisata.
Berdasarkan data trafik, ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 1–4 (Kuala Tanjung–Pematang Siantar) mencatat volume kendaraan tertinggi dengan total 129.989 kendaraan selama periode tersebut. Sementara itu, Tol Sigli–Banda Aceh mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 175,05 persen dibandingkan kondisi normal.
Kinerja layanan tersebut didukung oleh penguatan operasional secara konsisten di seluruh ruas JTTS, melalui optimalisasi pemantauan lalu lintas, penempatan personel di titik strategis, peningkatan kesiapsiagaan penanganan gangguan, serta koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Informasi lalu lintas juga disampaikan melalui Variable Message Sign (VMS) dan kanal resmi perusahaan.
Layanan di Regional Sumatra Bagian Tengah Diperkuat
Dalam upaya memastikan pelayanan tetap optimal, Direktur Operasi III Hutama Karya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah ruas di Regional Sumatra Bagian Tengah pada Jumat (3/4/2026), khususnya Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar.
Secara keseluruhan, panjang jalan tol yang telah beroperasi di Provinsi Riau mencapai 187,09 kilometer, yang terdiri dari Tol Pekanbaru–Dumai sepanjang 131,69 kilometer dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar sepanjang 54,95 kilometer. Selain itu, Hutama Karya juga mengelola Tol Padang–Sicincin di Sumatra Barat sepanjang 35,45 kilometer.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen meninjau kesiapan petugas, kelancaran transaksi di gerbang tol, pemantauan lalu lintas melalui sistem kontrol operasional, serta operasional rest area beserta fasilitas pendukungnya.
“Peningkatan trafik selama periode libur panjang menjadi perhatian kami untuk memastikan seluruh aspek layanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan petugas, keandalan fasilitas, kelancaran transaksi, hingga kecepatan respons terhadap kondisi di lapangan,” tambah Iwan.
Tol Pekanbaru–Dumai memiliki peran strategis dalam menghubungkan Kota Pekanbaru dengan berbagai wilayah di Riau hingga Dumai. Sementara itu, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar mendukung konektivitas ke wilayah barat Riau, dan Tol Padang–Sicincin memperkuat aksesibilitas di Sumatra Barat.
Proyek Tol Lingkar Pekanbaru Terus Dikebut
Selain memastikan operasional berjalan optimal, Hutama Karya juga terus mendorong pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Hingga Maret 2026, progres pembangunan ruas sepanjang 30,8 kilometer tersebut telah mencapai 74,62 persen.
Ruas tol ini akan menghubungkan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, sekaligus memperkuat konektivitas dan distribusi lalu lintas di sekitar Kota Pekanbaru. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mengurangi beban lalu lintas pada jalan eksisting.
“Pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya di wilayah Riau,” tutup Iwan.
Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, memeriksa kecukupan saldo uang elektronik, mematuhi batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (*)



















