TAJOM.ID, KOTA JAMBI – Riuh tepuk tangan dan sorak dukungan menggema di Gedung Teater GOS Kambang, Taman Budaya Jambi, Sabtu (30/05/2026). Ratusan pelajar, guru pendamping, orang tua, dan pecinta seni memadati lokasi pelaksanaan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMA/SMK/MA Tingkat Kota Jambi Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (29/05/2026) tersebut diikuti berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Jambi, di antaranya SMA Negeri 1 Kota Jambi, SMA Negeri 2 Kota Jambi, SMA Negeri 3 Kota Jambi, SMA Negeri 10 Kota Jambi, serta SMK Negeri 2 Kota Jambi.
FLS3N menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan sastra. Sebanyak 16 cabang lomba dipertandingkan sebagai bagian dari upaya pembinaan, pengembangan, dan pelestarian seni budaya di kalangan pelajar.
Pada hari kedua pelaksanaan, perhatian publik tertuju pada tiga cabang lomba yang digelar di Gedung Teater GOS Kambang, yakni Musik Tradisional Jambi, Tari Kreasi Tradisional Jambi, dan Vokal Solo Lagu Pop Indonesia. Ketiga kategori tersebut berhasil menarik antusiasme penonton hingga hampir memenuhi seluruh kapasitas gedung.
Kategori Vokal Solo Lagu Pop Indonesia menjadi cabang lomba dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 40 siswa mengikuti kompetisi tersebut, terdiri dari 14 peserta putra dan 26 peserta putri. Namun, dua peserta dinyatakan didiskualifikasi karena tidak hadir saat perlombaan dimulai.
Persaingan berlangsung ketat. Para peserta menampilkan kualitas vokal, penghayatan lagu, serta kemampuan panggung yang memukau para juri dan penonton.
Bagi para peserta, kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya yang diwariskan para leluhur. Di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya global, keberadaan ajang seperti FLS3N dinilai penting untuk menjaga eksistensi seni dan budaya daerah agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.
Selain menjadi sarana pengembangan bakat, FLS3N juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar yang kreatif, inovatif, percaya diri, serta memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa. Kegiatan ini juga menjadi ruang positif untuk mempererat interaksi dan kolaborasi antarpelajar dari berbagai sekolah.
Salah seorang peserta cabang Vokal Solo Lagu Pop Indonesia dari SMA Negeri 3 Kota Jambi, Aron Steven A. Tambunan, mengaku optimistis menghadapi kompetisi tersebut.
“Saya bersama teman-teman ada empat orang yang mengikuti lomba vokal solo ini. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk mewakili SMA Negeri 3 Kota Jambi. Namun apa pun hasilnya nanti, kami tetap menerimanya karena dalam kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” ujarnya.
Sementara itu, guru pendamping SMA Negeri 3 Kota Jambi, Fedriani Andi Asra, S.Sn., menilai FLS3N memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya di kalangan generasi muda.
“Siapa pun yang nantinya keluar sebagai juara, FLS3N Kota Jambi 2026 telah menunjukkan satu hal penting, yaitu seni dan budaya masih hidup di tengah generasi muda. Melalui panggung ini lahir harapan agar warisan budaya daerah tetap lestari, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Kota Jambi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Melalui ajang ini, semangat pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda terus tumbuh, menjadikan FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana membangun kecintaan terhadap identitas budaya bangsa. (*)














