• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Bukan Lagi Bonus, Tapi Beban? Saat Generasi Produktif Tak Punya Arah

24/06/2025

PANRB Rilis Nilai RB 2025, Kota Jambi Tertinggi di Provinsi Jambi

19/05/2026

Wali Kota Maulana Serahkan Rp102 Juta Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Musibah di Kota Jambi

19/05/2026

Wali Kota Maulana Tutup TPS Pinggir Jalan di Kota Jambi, OPBM Jadi Solusi Jemput Sampah dari Rumah

16/05/2026

IHCS Jambi Soroti FPKM 20 Persen di Perkebunan Sawit: Sudah Berkeadilan atau Sekadar Formalitas

16/05/2026

Wawako Diza Lepas 288 Jamaah Calon Haji Kloter 20 Kota Jambi ke Tanah Suci

15/05/2026

Touring Ngasab Keliling Jambi, Padukan Performa Unggulan Honda PCX dan Gaya Hidup Sehat Lewat Padel

11/05/2026

Wali Kota Jambi Maulana Lepas Satgas Tanggap Bahagia, Pelanggar Perda Sampah dan PKL Akan Ditindak

11/05/2026

Debat Perdana Munas XVIII HIPMI, Wali Kota Maulana : Penting Guna Membangun Karakter Pengusaha Muda Kota Jambi

11/05/2026

Wawako Diza Sambut Hangat Para Calon Ketua Umum BPP HIPMI

11/05/2026

Danrem 042/Gapu Silaturahmi ke Kantor Bupati Kerinci, Perkuat Sinergi Program Strategis dan Stabilitas Wilayah

11/05/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

Bukan Lagi Bonus, Tapi Beban? Saat Generasi Produktif Tak Punya Arah

by Redaksi
24/06/2025
in Opini
0

Oleh : Makhmudah

TAJOM.ID – Indonesia berada di puncak bonus demografi, sebuah fase langka dalam sejarah bangsa ketika mayoritas penduduk berada di usia produktif. Menurut BPS, lebih dari 70 persen penduduk Indonesia pada 2024 termasuk usia kerja (15–64 tahun). Fase ini diproyeksikan berlangsung hingga 2040. Namun, pertanyaan besar pun mengemuka: apakah Indonesia sedang memetik manfaat bonus ini, atau justru diam-diam menciptakan generasi produktif yang kehilangan arah?

Bonus demografi sejatinya adalah peluang, bukan kepastian. Ia hanya akan menjadi anugerah jika disertai dengan strategi pembangunan manusia yang sistematis dan berkelanjutan. Tanpa arah yang jelas, bonus demografi bisa berbalik menjadi bencana sosial-ekonomi: pengangguran muda, kemiskinan struktural, dan meningkatnya beban fiskal negara.

Antara Potensi dan Kenyataan

Dalam banyak wacana resmi, bonus demografi sering digambarkan sebagai peluang emas. Namun, di lapangan, fenomena pengangguran usia muda, ketimpangan digital, dan skill mismatch justru semakin nyata. Per Maret 2025, data BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka masih 6,7 persen, dengan mayoritas berasal dari kalangan muda.

“Kita punya jumlah usia produktif yang sangat besar, tapi sistem pendidikan dan pelatihan belum mampu mengarahkan mereka sesuai kebutuhan dunia kerja,” kata Dr. Rina Amalia, Ekonom UI (Seminar SDM UI, 14 Mei 2025).

Sementara itu, kondisi ekonomi makro menambah tekanan. Suku bunga tinggi akibat kebijakan moneter global membuat sektor swasta berhati-hati membuka lapangan kerja. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers 20 Juni 2025, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas, meskipun konsekuensinya adalah lambatnya ekspansi sektor riil.

Krisis Arah: Kebijakan Masih Terkotak

Pemerintah telah menjalankan berbagai program: Kartu Prakerja, pelatihan vokasional, hingga Magang Kampus Merdeka. Namun, kebijakan yang ada masih terfragmentasi, belum terintegrasi dalam kerangka besar pembangunan SDM jangka panjang.

Ekonom senior Dr. Faisal Basri, dalam diskusi LPEM UI, 7 Juni 2025, menyampaikan kritik tajam: “Kita butuh peta jalan jangka panjang, bukan program insidental. SDM bukan soal pelatihan sesaat, tapi soal arah dan visi.”

Hal senada disampaikan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI, saat Forum Ekonomi Nasional, 10 Juni 2025. Beliau mengingatkan bahwa tanpa kualitas manusia yang memadai, bonus demografi hanya akan menjadi tekanan anggaran dan sumber ketimpangan.

Jalan Panjang Pembenahan SDM

Laporan McKinsey & Company pada 1 Juni 2025 menyebutkan, jika dikelola dengan strategi yang tepat, bonus demografi bisa menyumbang tambahan 1,5–2% pertumbuhan PDB tahunan hingga 2040. Namun jika gagal, Indonesia justru akan menghadapi risiko terjebak dalam jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Maka dari itu, investasi pada pendidikan, kesehatan dasar, literasi digital, dan kewirausahaan pemuda harus menjadi prioritas jangka panjang. Negara perlu berpikir melampaui angka statistik — menuju upaya menciptakan manusia Indonesia yang tidak hanya terampil, tetapi juga berpikir kritis, berdaya saing, dan punya arah hidup yang jelas.

Penutup

Bonus demografi bukan hadiah, melainkan tanggung jawab sejarah. Jika generasi produktif kita saat ini tidak diarahkan dan dimampukan, mereka bukan hanya akan kehilangan masa depan mereka sendiri, tetapi juga membebani masa depan bangsa.

Indonesia tidak kekurangan energi muda — yang kita butuhkan adalah peta jalan yang jelas. Agar bonus ini tetap menjadi berkah, bukan berubah menjadi beban yang diam-diam kita wariskan.

Penulis : Mahasiswa Magister Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta

Tags: Gen ZMagister Pendidikan EkonomiUniversitas Negeri JakartaUNJ
Share200Tweet125SendScan
Previous Post

Antisipasi Karhutla, Gubernur Jambi dan Danrem 042/Gapu Temui Kepala BNPB di Jakarta

Next Post

Walikota Jambi Gelar Coffe Morning Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Untuk Kota Jambi Bahagia

Related Posts

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Redaksi
18/12/2025
0

Oleh : Ima Siti Fatimah TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di...

Next Post

Walikota Jambi Gelar Coffe Morning Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Untuk Kota Jambi Bahagia

Mahasiswa Fakultas Hukum UNJA Kunjungi DPRD Provinsi Jambi, Pelajari Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda

UNJA Gelar Evaluasi Pelaksanaan SMM-PTN Barat 2025

UNJA dan Pemkab Muaro Jambi Perpanjang Kerja Sama Strategis

Danpas 1 Korps Brimob Polri Kunjungi Polda Jambi, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id