• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

RSIA Annisa Bantah Telantarkan Pasien hingga Bayi Meninggal: IUFD Disebut Terjadi Sebelum Pasien Datang

04/09/2026
Istimewa

Rendang RM. Cahaya Minang Jambi Sabet Juara 1 IKRA MSME Product Competition

18/10/2026

Wali Kota Jambi Maulana Matangkan Persiapan Smart City 2026, Kota Jambi Bersiap Sambut Delegasi Nasional

17/10/2026

Sambut 34 Mahasiswa Baru, IMH Jambi Perkuat Persaudaraan di Tanah Rantau

14/10/2026

Maraknya Pelangsiran di SPBU 24.361.13 Pal 10 Kota Jambi, APH Diminta tindak Tegas! 

10/10/2026

Peko Meninggal, Netizen Serukan Boikot Jamtos: Soroti Akun Resmi yang Dinilai Tak Berempati

06/10/2026

Siapa RT Paling Digital di Kota Jambi? Pendaftaran Kampung Digital Dibuka

06/10/2026

Maxim dan Dinas Pendidikan Jambi Hadirkan MAXIM QUIZ: ENGLISH BRAIN, Dorong Pelajar Siap Hadapi Dunia Global

03/10/2026

Rakerda di Bandung, Kapolresta Jambi Lepas Keberangkatan Rombongan PWI Kota Jambi

01/10/2026

TP PKK Kota Jambi Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting

30/09/2026

Dugaan Penjebakan dan Penganiayaan oleh Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam, Mabes Polri Propam Jambi Langsung Lakukan penyelidikan 

29/09/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Artikel Kesehatan

RSIA Annisa Bantah Telantarkan Pasien hingga Bayi Meninggal: IUFD Disebut Terjadi Sebelum Pasien Datang

by Redaksi
04/09/2026
in Kesehatan
0

TAJOM.ID, KOTA JAMBI — Manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Annisa Kota Jambi membantah tudingan penelantaran pasien yang disebut menyebabkan meninggalnya bayi dalam kandungan seorang perempuan, yang merupakan istri dari karyawan PTPN IV Regional IV.

Bantahan tersebut disampaikan Direktur RSIA Annisa, dr. M. Shahrenal, dalam konferensi pers yang digelar di RSIA Annisa, Jumat (4/9/2026) sore.

Shahrenal menegaskan, bayi dalam kandungan pasien telah dinyatakan meninggal sebelum pasien tiba di RSIA Annisa pada 11 Agustus 2026 malam.

“Bayi pasien sudah dinyatakan meninggal dalam kandungan bahkan sebelum pasien datang ke RSIA Annisa pada tanggal 11 Agustus 2026 malam,” ungkapnya.

Menurut Shahrenal, kondisi tersebut dibuktikan melalui surat rujukan yang dikeluarkan Klinik Amira Medica Merlung. Dalam surat rujukan tersebut, status kandungan pasien disebut telah mengalami Intrauterine Fetal Death (IUFD) atau kematian janin dalam kandungan.

Bantah Persulit BPJS

Shahrenal juga membantah tudingan bahwa pihak RSIA Annisa mempersulit pasien dalam penggunaan BPJS Kesehatan, sebagaimana dipersoalkan Federasi SERBUK Jambi dalam somasinya kepada pihak rumah sakit.

Ia menjelaskan, BPJS pasien saat datang ke RSIA Annisa dalam kondisi tidak aktif.

“BPJS-nya pada saat pasien datang itu sedang tidak aktif dan masa pengaktifannya harus 1 kali 24 jam,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak rumah sakit disebut telah menyarankan pasien untuk menginap sambil menunggu kepesertaan BPJS kembali aktif.

Namun, menurut Shahrenal, pasien kemudian memilih pulang tanpa sepengetahuan dokter yang menangani.

“Akan tetapi yang bersangkutan pulang tanpa sepengetahuan dokter yang melakukan penanganan dengan alasan kepada petugas ada keluarga di Jambi,” tambahnya.

Pada 12 Agustus 2026, pasien bersama suaminya kembali datang ke RSIA Annisa untuk menjalani pemeriksaan.

Dokter: Tidak Ada Penelantaran

Dokter spesialis kandungan RSIA Annisa, dr. M. Ikhsan, Sp.OG, yang menangani pasien, juga membantah adanya penelantaran.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Jika kami menelantarkan, tak mungkin pasien kembali lagi ke RSIA, pasti mencari rumah sakit lain,” ungkap Ikhsan.

Senada dengan direktur rumah sakit, Ikhsan menjelaskan bahwa pasien dirujuk dari Klinik Amira Medica Merlung ke RSIA Annisa karena keterbatasan fasilitas untuk melakukan tindakan lanjutan terhadap kondisi pasien.

“Karena bayi dalam kandungan sudah dinyatakan meninggal dan karena itu klinik tidak punya fasilitas untuk tindakan lanjut, maka dirujuklah ke RSIA,” ungkapnya.

“Jadi meninggalnya bayi tersebut sudah terjadi sebelum pasien datang ke RSIA Annisa Kota Jambi,” tambahnya.

Meski kondisi bayi telah dinyatakan IUFD, Ikhsan mengatakan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan ulang sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit.

Saat pemeriksaan dilakukan, kondisi pasien disebut dalam keadaan baik. Namun, tidak ditemukan denyut jantung pada bayi dalam kandungan.

“Sewaktu kita periksa, pasien menunjukkan kondisi baik-baik saja. Beda hal dengan sang bayi yang sama sekali tidak menunjukkan adanya denyut jantung,” ujarnya.

Keterangan tersebut, lanjut Ikhsan, juga diperkuat melalui proses anamnesis atau tanya jawab antara dokter dan pasien.

Dalam anamnesis tersebut, pasien disebut mengakui bahwa tiga hari sebelum datang ke RSIA Annisa, bayi dalam kandungannya sudah tidak menunjukkan gerakan.

“Padahal, jika usia kehamilan 23 minggu ke atas itu sudah pasti bayinya akan melakukan gerakan,” tuturnya.

Operasi Caesar Dilakukan, Pasien Disebut Tak Bayar

Setelah menjalani pemeriksaan, pasien kemudian meminta dilakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi yang telah dinyatakan meninggal dalam kandungan.

Menurut Ikhsan, tindakan operasi tersebut berjalan dengan baik dan pasien dapat kembali dalam kondisi selamat.

“Operasi berhasil kita lakukan, dan pasien kembali dengan selamat, tanpa membayar biaya apapun,” pungkasnya.

Kuasa Hukum Minta Publik Tak Mudah Percaya Informasi

Sementara itu, kuasa hukum RSIA Annisa, Wahyu Agus Prayogo, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi.

Ia meminta publik melihat persoalan tersebut berdasarkan fakta dan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

“Klien kami sudah melayani pasien dengan maksimal dengan mengutamakan kemanusiaan, jangan sampai kita lebih percaya dan menyebarkan pada pemberitaan yang berbanding terbalik dengan kefaktaannya, karena itu berpotensi mencemarkan nama baik RSIA,” tegas Wahyu.

Pihak RSIA Annisa menegaskan bahwa tudingan penelantaran pasien tidak sesuai dengan kronologi dan dokumen medis yang mereka jadikan dasar bantahan. Menurut pihak rumah sakit, kematian bayi dalam kandungan telah terjadi sebelum pasien tiba di RSIA Annisa.

Tags: RSIA Annisa JambiRSIA Annisa Kota Jambi
Share198Tweet124SendScan
Previous Post

Yamaha Gear Ultima, Rangka Kokoh Jadi Andalan Hadapi Beragam Kondisi Jalan di Jambi

Next Post

Wali Kota Jambi Dorong Pertanian Modern dan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Related Posts

HUT ke-18 RSIA Annisa, Maulana Dorong Peningkatan Layanan dan Perluas Pasar Kesehatan

by Redaksi
2 bulan ago
0

TAJOM.ID, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Rumah Sakit Ibu dan Anak...

Next Post

Wali Kota Jambi Dorong Pertanian Modern dan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan

YAMAHA NMAX TURBO, Evolusi Skutik Premium Yamaha untuk Mobilitas Warga Jambi

Pemkot Jambi Salurkan Rp141 Juta Bantuan bagi 10 KK Korban Kebakaran

Nikah dan Walimah Massal BAZNAS Kota Jambi, 14 Pasangan Mustahik Dapat Fasilitas hingga Dokumen Kependudukan

ISPU Capai 169, Pemkot Jambi Sesuaikan Pembelajaran Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id