• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Menakar Peluang Kerja di Koperasi Merah Putih

19/05/2025

Wiranto Minta Bidpropam Usut Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik kasus Korupsi DAK Rp. 21,8 Miliar

09/07/2026

BPK Ungkap Anggota DPRD Muaro Jambi Berinisial AA Tak Laksanakan Reses, Dana Rp106,941 Juta Tetap Dibayarkan

08/07/2026

9 Tahun Bekerja Dengan Status Kontrak, Randu Kurniawan Gugat Perumda Tirta Mayang ke PHI Jambi

01/07/2026

KAMI Soroti Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung, Desak Aparat Usut Tuntas

02/07/2026

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Anggota Komisi V DPR RI H.Bakri HM. [Dok.Istimewa]

Jatuh Sakit, Anggota DPR RI H. Bakri Dikabarkan Dirawat di RS Medistra Jakarta

28/06/2026

Wawako Diza Buka Workshop Digital Marketing, Dorong Milenial Jambi Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Modern

27/06/2026

Wali Kota Jambi Lepas 97 Atlet Sepatu Roda Ikuti Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026

27/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Daerah

Menakar Peluang Kerja di Koperasi Merah Putih

by Redaksi
19/05/2025
in Daerah
0

TAJOM.ID – Ketika menulis ini saya teringat sebuah kutipan yang berbunyi ” Nilai sejati dari bisnis adalah kemampuan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.” – Milton Friedman”

Percaya akan kata – kata ini, sehingga saya meyakini Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi pintu masuk Indonesia menuju industrialisasi pedesaan yang berbasis prinsip-prinsip ekonomi Pancasila. Sebuah nilai tambah yang ingin dibangun melalui koperasi.

Secara ideologis Koperasi Desa Merah Putih adalah upaya besar Presiden Prabowo untuk mentransformasi struktur ekonomi dari yang sebelumnya oligarkis menjadi ekonomi rakyat yang berbasis pemerataan.

Di tengah ketimpangan distribusi aset dan kesempatan, koperasi desa bisa menjadi kendaraan efektif untuk mengoreksi ketidakadilan struktural yang selama ini menjadi batu sandungan dalam pembangunan nasional.

Koperasi akan berperan penting dalam memperbaiki tata niaga perekonomian di pedesaan dan menjadi sarana pendistribusian kesejahteraan yang paling efektif, sebagai keberhasilan koperasi pengelolaan potensi unggulan desa, pengiriman pupuk, dan usaha desa yang lain.

Koperasi yang sehat akan melahirkan kelas menengah desa yang kuat, mandiri, dan produktif, sesuatu yang selama ini absen dalam peta pembangunan nasional.

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan potensi usaha yang bisa diusahakan koperasi. Dengan lebih dari 80.000 desa, masing-masing memiliki keunggulan lokal, koperasi desa bisa diarahkan menjadi basis produksi skala kecil hingga menengah yang terhubung ke pasar nasional dan internasional.

Ditengah optimisme ini koperasi merah putih bukan sekadar memperkuat sektor tradisional, melainkan juga menciptakan ekosistem modern yang mempertemukan nilai-nilai lokal dengan tuntutan global.

Koperasi ini diharapkan tidak hanya bergerak di sektor konsumsi atau simpan pinjam seperti selama ini, melainkan naik kelas menjadi pelaku utama dalam rantai produksi, distribusi, bahkan ekspor.

Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, koperasi-koperasi ini terhubung langsung dengan pengawasan OJK, mengadopsi skema tata kelola modern yang sudah biasa diterapkan di sektor keuangan.

Lalu ada pertanyaan, apa perbedaan fundamental Koperasi Desa Merah Putih dengan BUMDes ? Dalam konteks bisnis perbedaannya terletak pada pengakuan badan hukumnya di tingkat internasional.

Disini terbentuk nilai tambahnya bagi lapangan kerja pedesaan ? Dengan status koperasi, jaringan global yang terbangun dapat dimanfaatkan, membuka peluang ekspor komoditas lokal tanpa harus bergantung pada perantara besar.

Di banyak negara maju, koperasi telah menjadi pemain utama dalam berbagai sektor strategis.

Sebagai contoh, Koperasi peternak sapi perah dapat langsung bermitra dengan pabrik susu di New Zealand atau Belanda. Koperasi susu di New Zealand, seperti Fonterra, dan Belanda, seperti FrieslandCampina, menawarkan model kemitraan yang memungkinkan peternak untuk memasarkan susu mereka secara kolektif dan mendapatkan harga yang lebih baik.

Lalu ada Koperasi Zen Noh di Jepang, misalnya, menguasai hampir seluruh perdagangan padi nasional. Mereka bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen, menghubungkan petani dengan pasar. Zen Noh juga bertanggung jawab atas pemasaran dan pasokan produk pertanian dari kelompok koperasi pertanian Jepang (JA), yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan petani.

Ada juga Koperasi Frisian Flag di Belanda menguasai industri susu hingga ke tingkat global. Bahkan di Brasil, koperasi Unimed mendominasi sektor kesehatan dengan jaringan rumah sakit dan asuransi terbesar di negara tersebut.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja Koperasi Merah Putih (KMP) minimal dapat menyerap 1,6 juta tenaga kerja dari 80 ribu unit yang direncanakan dibentuk di seluruh Indonesia.

Kalkulasi ini tentu saja menghitung serapan tenaga kerja koperasi nanti, seperti pengawas, pengurus, pengelola, jika rata – rata 20 orang tiap koperasi, dikali 80 ribu desa, akan ada 1,6 juta orang terserap se-Indonesia.

Angka ini belum termasuk anggota yang akan diajak membentuk dan mengelola unit usaha secara produktif mengembangkan ekonomi desa, tidak hanya sebatas menjadi koperasi simpan pinjam saja, akan tetapi menjadi koperasi yang produktif yang mampu mengcover hasil panen pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan.

Konsepnya pemerintah menginginkan koperasi tidak lagi hanya mengelola usaha kecil, namun boleh masuk ke sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan bahkan punya pabrik.

Namun demikian, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada beberapa faktor krusial. Pertama, kapasitas sumber daya manusia di tingkat koperasi desa harus dibangun secara serius.

Sehingga perlu disiapkan program pendidikan dan pelatihan intensif, tidak hanya tentang manajemen koperasi, tetapi juga tentang kewirausahaan modern, literasi keuangan, dan pemasaran digital.

Kedua, perlu ada jaminan bahwa koperasi ini memiliki akses terhadap pasar yang adil. Tanpa perlindungan dari monopoli dan kartel yang selama ini menguasai distribusi hasil bumi dan produksi pedesaan, koperasi desa hanya akan menjadi pemain pinggiran.

Ketiga, pemerintah perlu memastikan sistem insentif yang mendukung pertumbuhan koperasi, termasuk kemudahan akses pembiayaan, subsidi teknologi, dan perlindungan hukum.

Lebih jauh lagi, Koperasi Desa Merah Putih harus dirancang bukan sekadar sebagai entitas ekonomi, melainkan sebagai pusat inovasi dan regenerasi sosial di desa.

Dengan demikian, ekonomi desa tidak hanya bergerak dari bawah ke atas, tetapi juga menumbuhkan fondasi sosial yang lebih adil dan berkelanjutan, sesuai amanat

Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Ini berarti sistem ekonomi Indonesia harus berbasis kerjasama dan kekeluargaan, bukan hanya persaingan dan individualisme.

Oleh : Dr. Noviardi Ferzi | Pengamat tinggal di Jambi

Tags: KOPERASI MERAH PUTIH
Share198Tweet124SendScan
Previous Post

Hingga Mei 2025, Serapan Anggaran Pemprov Jambi Baru 15 Persen, Gubernur: Jambi Masih Zona Hijau

Next Post

Kunjungan Resmi Presiden Prabowo ke Thailand Pererat Hubungan Strategis

Related Posts

Gubernur Al Haris Dampingi Wakil KSP M. Qodari Tinjau Kesiapan Lokasi Sekolah Rakyat di Tanjabtim

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, SABAK – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mendampingi Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dr. Muhammad Qodari,...

Gubernur Al Haris dan Mendes Sosialisasikan Koperasi Merah Putih, Target Rampung Akhir Mei

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menghadiri...

Pemprov Jambi Dorong Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, JAMBI - Pemerintah provinsi Jambi terus berupaya dalam percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program Koperasi Desa merah Putih...

Next Post

Kunjungan Resmi Presiden Prabowo ke Thailand Pererat Hubungan Strategis

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menghadiri perayaan Hari Raya Waisak umat Buddha 2569 Buddhis Era BE tahun 2025 Masehi

Kapolda Jambi Turun ke Lapangan, Beri Semangat Calon Taruna Akpol 2025

Gubernur Al Haris: Bahaya Judi Online Bagi Pelajar, Ancaman Masa Depan

Tiba di Government House Thailand, Presiden Prabowo Disambut dengan Upacara Resmi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id