TAJOM.ID, JAMBI — Dugaan praktik pelangsiran solar subsidi di SPBU 23.363.33 Aur Duri, Kota Jambi, kembali menjadi sorotan. Aliansi Demokrasi Kubu Jambi mengklaim menemukan indikasi adanya keterlibatan oknum aparat TNI aktif berinisial atau bernama Tampubolon yang disebut menjadi koordinator lapangan dalam aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Aliansi menduga Tampubolon adalah oknum yang mengatur keluar-masuk kendaraan yang disebut sebagai mobil pelangsir, mengatur penggunaan barcode MyPertamina, hingga mengamankan operator SPBU.
Namun, tuduhan tersebut masih merupakan klaim Aliansi Demokrasi Kubu Jambi dan memerlukan verifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang.
“Ini bukan lagi pelangsiran eceran. Ini mafia terorganisir. Antrian panjang yang menyengsarakan rakyat Jambi itu bukan karena solar langka, tapi karena solar dikavling oleh koordinator,” tegas Anwar, Koordinator Aliansi Demokrasi Kubu Jambi.
Aliansi Klaim Temukan Sejumlah Modus
Menurut Anwar, pihaknya menemukan sejumlah pola yang mereka duga berkaitan dengan praktik pelangsiran solar subsidi di SPBU 23.363.33 Aur Duri.
Pertama, mobil diduga bolak-balik. Aliansi menyebut kendaraan yang sama diduga melakukan pengisian lebih dari satu kali dalam sehari dengan menggunakan barcode berbeda.
Kedua, aktivitas hingga malam hari. Aliansi menyebut praktik pelangsiran diduga berlangsung hingga SPBU tutup.
Ketiga, dugaan adanya koordinator di lapangan. Sosok yang disebut sebagai Tampubolon diduga berada di lokasi untuk mengatur antrean dan mengawasi aktivitas operator SPBU.
Anwar menilai dugaan tersebut perlu segera diperiksa karena menyangkut distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.
Sopir Keluhkan Antrean Berjam-jam
Keluhan mengenai antrean solar juga disampaikan Sugito, salah seorang sopir yang ditemui media.
Sugito mengatakan dirinya biasanya mengisi solar sekitar satu kali dalam seminggu untuk mendukung aktivitas pekerjaannya.
“Saya isi minyak digunakan untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Tetapi yang saya dapat di lokasi, saya dipaksa ngantri sampai memakan waktu lebih dari tiga jam,” ujarnya.
Sugito mengaku kerap memperhatikan kendaraan yang menurutnya sama berulang kali mengantre untuk mendapatkan solar di SPBU tersebut.
“Saya tinggal di daerah Mendalo dan bekerja ke arah Seberang Aur Duri. Sering betul saya perhatikan mobil-mobil yang antre BBM solar di SPBU, mobilnya itu-itu saja,” katanya.
Ia menduga kendaraan tersebut digunakan untuk melakukan pelangsiran solar.
“Saya duga mungkin mobil itu dipakai untuk melangsir BBM solar. Kenapa setiap hari isi minyak? Ada apa itu kalau bukan pelangsir,” lanjutnya.
Sugito juga mengaku pernah mendengar nama Tampubolon disebut di lokasi SPBU.
“Kalau mau ngisi minyak di SPBU tersebut harus koordinasi ke beliau dulu,” ungkapnya.
Ia mempertanyakan kapasitas Tampubolon jika benar memiliki peran dalam pengaturan pengisian BBM di SPBU tersebut.
“Memang SPBU ini punya dia, Pak?” ujarnya.
Sugito berharap aparat penegak hukum turun langsung melakukan pemeriksaan.
“Kalau bisa segeralah ditindak mobil-mobil yang dijadikan untuk langsir minyak solar itu. Kami masyarakat yang betul-betul butuh minyak solar untuk bekerja jadi terganggu,” katanya.
Menurutnya, antrean panjang berdampak langsung terhadap penghasilannya.
“Semakin lama saya ngantri, semakin lama saya bisa bekerja. Kalau bisa aparat kepolisian turunlah ke SPBU tersebut, tangkap tukang langsir itu,” tandas Sugito.
Desak Denpom dan Polda Jambi Turun Tangan
Anwar kembali mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polda Jambi melalui Subdit Tipidter, untuk segera menindaklanjuti dugaan praktik pelangsiran solar subsidi di wilayah Kota Jambi.
Selain kepolisian, Aliansi Demokrasi Kubu Jambi meminta Denpom II/2 Jambi melakukan pemeriksaan apabila benar terdapat dugaan keterlibatan anggota TNI aktif.
“Kami mendesak Danrem 042/Gapu dan Denpom II/2 Jambi turun! Jangan biarkan seragam TNI dinodai oleh oknum yang memperkaya diri dari penderitaan sopir truk dan bus,” tegas Anwar.
Aliansi menegaskan persoalan tersebut harus diperiksa secara menyeluruh, bukan hanya dengan menindak pengemudi kendaraan yang berada di lapangan.
Tiga Tuntutan Aliansi Demokrasi Kubu Jambi
Aliansi Demokrasi Kubu Jambi menyampaikan tiga tuntutan:
- Denpom II/2 Jambi segera memeriksa dugaan keterlibatan oknum TNI aktif yang disebut sebagai koordinator pelangsir di SPBU 23.363.33 Aur Duri.
- Pertamina melakukan pemeriksaan dan audit, termasuk terhadap rekaman CCTV serta data transaksi dan penggunaan barcode di SPBU Aur Duri selama satu bulan terakhir. Aliansi juga meminta operator yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi.
- Polda Jambi menindak dugaan jaringan pelangsiran, dengan tidak hanya memeriksa atau menindak sopir, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga mengatur aktivitas tersebut apabila ditemukan bukti yang cukup.
“Jangan hanya tangkap sopir, tangkap aktor intelektualnya,” tegas Anwar.
Ia mengatakan pihaknya akan membawa bukti yang mereka miliki kepada institusi terkait apabila tidak ada tindakan.
“Jika tidak ada tindakan, kami akan membawa bukti segera ke Markas Korem 042/Gapu dan Denpom II/2 Jambi,” tutup Anwar. (*)















