TAJOM.ID MUARO JAMBI — Isu dugaan maraknya mobil langsiran BBM Bersubsidi di SPBU 23.363.33 Aur Duri–Perikanan mendapat bantahan dari seseorang berinisial Tampubolon, yang disebut berperan sebagai koordinator lapangan (Korlap) di SPBU tersebut.
Tampubolon membantah adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM Bersubsidi secara berulang maupun penggunaan tangki modifikasi di SPBU Perikanan.
“Pengisi di pom Perikanan tidak ada berulang kali, Bang. Tidak ada pakai tangki modipan, Bang. Itu tidak boleh. Apabila ada yang berulang kali atau terdapat tangki modipan dan lain-lain, tidak dilayani pom bensin, Bang,” ujar Tampubolon melalui pesan WhatsApp pada Senin, (14/9/2026) malam.
Ia juga mempersilakan apabila kondisi di lapangan ingin diperiksa secara langsung untuk memastikan informasi tersebut.
“Kalau dicek di lapangan, Bang, biar kita tidak garang-garang, Bang,” katanya.
Ketika ditanya mengenai adanya dugaan mobil pelangsir yang melakukan pengisian BBM berulang kali, Tampubolon menegaskan dirinya akan mengambil tindakan.
“Tidak, Bang. Kalau ada yang aneh-aneh dalam pengisian BBM, saya suruh keluar, Bang,” ujarnya.
Menurut Tampubolon, apabila ditemukan kendaraan yang diduga melakukan pengisian secara berulang atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai, dirinya akan menghentikan kendaraan tersebut dan menghubungi pihak kepolisian.
“Saya tahan, Bang. Langsung saya telepon Polsek, Bang,” katanya.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan siapa pemilik kendaraan apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, persoalan tersebut selanjutnya menjadi urusan pihak kepolisian.
“Masalah siapa yang punya, saya tidak ada urusan. Nanti urusannya dengan orang Polsek, Bang,” ujar Tampubolon.
Saat ditanya mengenai peran Tampubolon yang diketahui merupakan anggota TNI tersebut, Tampubolon membalas dengan kata-kata ketus.
“Tanya saja dengan SPBU, kalau apa Abang saja yang atur SPBU ini, Bang. Saya malas juga ngatur-ngatur SPBU ini, Bang,” katanya.
Dalam percakapan tersebut, Tampubolon juga menyebut dirinya hanya menjalankan peran di lapangan.
“Aku di sini sebagai kacong, Bang. Kalau ada yang berminat gantiin saya, monggo, Bang,” ujarnya.
Akan tetapi bantahan tersebut dibantah seorang warga yang tiap hari lewat dari jalan lintas timur, pinggir SPBU tersebut beroperasi.
“Ah, tiap hari pun bang ada pelangsir antri disana, udah jadi rahasia umum itu bang. Faktanya dilapangan tiap hari ada pelangsir BBM Bersubsidi, itu aja,” katanya.
Tetapi, menurutnya masih saja pihak berwenang tidak mengambil langkah tegas.
“Jika ingin menegakkan hukum, silahkan polisi stand by saja disetiap SPBU, pasti bakal ada yang tertangkap, tetapi ya kita tahu saja kan,” katanya.
Lebih lanjut, dia berharap penegak hukum tegas terhadap pelangsir dan semua pihak dibelakangnya supaya bagaimana BBM bersubsidi dapat benar-benar didistribusikan untuk rakyat yang membutuhkan.















