TAJOM.ID, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperluas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Bidang Keterampilan Membatik Tahun 2026.
Pelatihan kewirausahaan ini bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan siap menciptakan lapangan kerja.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Jambi, Marsha Lystia, SE, B.COM, bertempat di Rumah Produksi Batik Berkah Kota Jambi, Selasa pagi (23/06/2026).
Dalam sambutannya, Nadiyah menjelaskan bahwa program pelatihan ini merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bekerja sama dengan Dekranasda Kota Jambi, dengan tujuan memberikan keterampilan kepada masyarakat yang putus sekolah.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memberikan data kepada pemerintah kabupaten/kota terkait jumlah anak tidak bersekolah (ATS), yang meliputi beberapa kategori, yakni anak yang sejak awal tidak bersekolah, anak yang telah lulus sekolah namun tidak dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, serta anak yang mengalami putus sekolah (drop out).
“Hari ini saya selaku Ketua Dekranasda Kota Jambi membuka program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk adik-adik kita agar dapat diberikan keterampilan dengan tujuan mereka tetap berdaya saing,” ujar Nadiyah.
Menurutnya, kemajuan sebuah kota di era saat ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas SDM yang menjadi penggeraknya.
“Dengan pelatihan membatik ini, baik melalui teknik ecoprint maupun ecotik, anak-anak muda kita khususnya yang masuk dalam kategori anak putus sekolah ataupun keluarga kurang mampu dapat dilatih agar memiliki keterampilan dan jiwa wirausaha,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak muda Kota Jambi untuk lebih mandiri dalam membuka usaha serta mengembangkan keterampilan membatik ke depannya.
“Pelatihan ini cukup lama, selama 30 hari, sehingga membutuhkan komitmen, kesungguhan, dan kedisiplinan. Mudah-mudahan akan lahir para pembatik baru dari kalangan Gen Z yang menyesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Mereka bukan hanya menjadi pekerja, tetapi juga menjadi seorang wirausaha,” harapnya.
Nadiyah juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah bertekad dan berniat menjadi bagian dari program membatik tersebut.
“Semoga ilmu ini bermanfaat untuk menjadi bekal dan dapat diaplikasikan dalam dunia kerja nantinya,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Dea, menyampaikan rasa senang dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Dengan adanya kegiatan ini semoga bisa menambah wawasan dan ilmu untuk ke depannya. Saya berharap pelatihan membatik ini bisa menjadi bekal kerja atau membuka usaha sendiri,” singkatnya.
Pelatihan kewirausahaan ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga serta mendorong kemampuan produktivitas industri kecil dan menengah agar semakin berdaya saing.
Pelatihan diawali dengan pemberian materi dan praktik secara langsung. Kegiatan ini diikuti sebanyak 10 peserta yang terdiri dari kategori anak putus sekolah, anak tidak mampu, dan anak inklusi.
Para peserta akan mengikuti pelatihan selama 30 hari dengan durasi pembelajaran enam jam setiap hari atau total 250 jam pelajaran. (*)
















