• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Pasca-Bencana Sumatera: Wamendikdasmen Pastikan KBM Kembali 100 Persen, 4.859 Sekolah Jadi Fokus Perbaikan

26/01/2026

Wiranto Minta Bidpropam Usut Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik kasus Korupsi DAK Rp. 21,8 Miliar

09/07/2026

BPK Ungkap Anggota DPRD Muaro Jambi Berinisial AA Tak Laksanakan Reses, Dana Rp106,941 Juta Tetap Dibayarkan

08/07/2026

9 Tahun Bekerja Dengan Status Kontrak, Randu Kurniawan Gugat Perumda Tirta Mayang ke PHI Jambi

01/07/2026

KAMI Soroti Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung, Desak Aparat Usut Tuntas

02/07/2026

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Anggota Komisi V DPR RI H.Bakri HM. [Dok.Istimewa]

Jatuh Sakit, Anggota DPR RI H. Bakri Dikabarkan Dirawat di RS Medistra Jakarta

28/06/2026

Wawako Diza Buka Workshop Digital Marketing, Dorong Milenial Jambi Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Modern

27/06/2026

Wali Kota Jambi Lepas 97 Atlet Sepatu Roda Ikuti Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026

27/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Nasional

Pasca-Bencana Sumatera: Wamendikdasmen Pastikan KBM Kembali 100 Persen, 4.859 Sekolah Jadi Fokus Perbaikan

by Redaksi
26/01/2026
in Nasional
0

TAJOM.ID, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengonfirmasi bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali berjalan sepenuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat lintas kementerian terkait penanganan bencana wilayah Sumatera di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Meski aktivitas belajar telah pulih 100 persen, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar berupa perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) fisik pendidikan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut sudah terlaksana 100 persen. Tantangan yang tersisa adalah perbaikan sarana fisiknya yang harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

Data Sekolah Terdampak di Tiga Provinsi

Secara total, terdapat 4.859 sekolah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Berikut adalah rincian kondisi terkini di masing-masing provinsi:

1. Provinsi Aceh (Wilayah Terdampak Paling Luas)

  • Sekolah Kembali ke Lokasi Asal: 2.966 sekolah (kerusakan ringan/selesai pembersihan).

  • Belajar di Tenda/Ruang Darurat: 82 sekolah. Target penyelesaian perbaikan fisik dipatok pada Februari 2026.

  • Sekolah Berstatus Menumpang: 25 sekolah (kerusakan berat). Sekolah-sekolah ini memerlukan relokasi karena lokasi semula dinilai tidak aman.

2. Provinsi Sumatera Barat

  • Belajar di Tenda/Ruang Darurat: 21 sekolah.

  • Sekolah Berstatus Menumpang: 2 sekolah (kerusakan berat).

3. Provinsi Sumatera Utara

  • Atip menyebutkan kondisi di Sumatera Utara relatif lebih stabil dengan tidak adanya sekolah yang berstatus menumpang di lokasi lain.

Rencana Relokasi dan Pendanaan

Terkait sekolah yang mengalami kerusakan berat dan harus direlokasi, Atip menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk penyediaan lahan relokasi, serta dari BNPB untuk menjamin keamanan lokasi baru tersebut agar terhindar dari risiko bencana di masa depan,” tegasnya.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk pemulihan ini. Pendanaan relokasi dan rehabilitasi fisik sekolah akan bersumber dari Dana Revitalisasi Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah menargetkan pemindahan siswa dari tenda darurat ke bangunan permanen dapat dilakukan secepat mungkin guna menjamin kenyamanan dan kualitas pendidikan bagi para siswa terdampak.

(AHP)

Tags: AtipLatipulhayatDuniaPendidikanKBMKemendikdasmenPendidikan IndonesiaPendidikanIndonesiaSekolahTerdampakWamendikdasmen
Share198Tweet124SendScan
Previous Post

Drama Adu Penalti di Stadion Baru: Kota Jambi Taklukkan Merangin, Rengkuh Juara Gubernur Cup 2026

Next Post

Targetkan Peningkatan Ekonomi, Pemkab Muaro Jambi Perbaiki Jalan Simpang Petaling

Related Posts

No Content Available
Next Post

Targetkan Peningkatan Ekonomi, Pemkab Muaro Jambi Perbaiki Jalan Simpang Petaling

Menkeu Terbitkan PMK 118/2025: Perketat Pengelolaan Dana Pensiun dan Jaminan Sosial ASN

Dua dari Tiga Tahanan Polres Muaro Jambi yang Kabur Berhasil Ditangkap di Palembang

Raih Peringkat 1 Nasional, Pemprov Jambi Terima Penghargaan Pelayanan Publik dari Ombudsman

Update Harga Pangan Jambi: Cabai Merah Keriting Naik, Bawang Merah Justru Melandai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id