TAJOM.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menggelar babak penyisihan ajang Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 di Atrium Mall WTC Batanghari, Rabu (28/4/2026) malam.
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan suasana tegang sekaligus antusias, diikuti oleh 50 peserta yang menampilkan beragam bakat di hadapan dewan juri sebagai bagian dari proses seleksi.
Beragam penampilan ditunjukkan peserta, mulai dari menyanyi, bermain musik, bela diri, hingga membaca Al-Qur’an. Seluruh penampilan tersebut menjadi bahan pertimbangan dewan juri dalam menentukan peserta terbaik.
Dari hasil penilaian, dewan juri menetapkan 11 pasang finalis atau 22 peserta yang lolos dari 50 besar semifinalis untuk melaju ke Grand Final yang akan digelar pada 12 Mei 2026 mendatang.
Ajang pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi merupakan upaya strategis Pemerintah Kota Jambi dalam melahirkan generasi muda yang tangguh, berbudaya, dan siap menjadi duta wisata serta agen promosi daerah hingga ke tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
Mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future”, kegiatan ini menekankan peran pemuda sebagai pelestari budaya lokal yang dinamis, inovatif, sekaligus penentu masa depan.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Jejak Batu oleh Tim Kesenian Ikatan Bujang Gadis Kota Jambi, yang disaksikan oleh pejabat daerah, dewan juri, serta ratusan masyarakat yang memadati atrium.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Nadiyah Maulana menyampaikan apresiasi terhadap semangat generasi muda Kota Jambi dalam berprestasi.
“Kalau dulu kita mengenal 3B, yaitu Brain, Beauty, dan Behavior, bagi saya ada satu B lagi yaitu Brave. Karena tanpa keberanian, mereka tidak akan mau keluar dari zona nyaman,” ujarnya dikutip dari TanyaFakta.co.
Ia juga memotivasi para peserta untuk terus bermimpi dan berusaha meraih cita-cita.
“Mimpi itu gratis, mari bermimpi setinggi-tingginya. Dengan mimpi yang tinggi, kita akan berusaha memantaskan diri untuk mencapainya,” tambahnya.
Nadiyah menegaskan bahwa para finalis memiliki peran penting sebagai duta promosi daerah yang harus memahami budaya, potensi wisata, serta visi misi Kota Jambi.
“Ini bukan tahap akhir, masih ada grand final. Kalian harus menjadi role model bagi masyarakat dengan karakter dan komunikasi yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, mengatakan bahwa ajang ini merupakan wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
“Pemuda memiliki peran penting sebagai pelopor dan penjaga budaya, sekaligus menjadi agen promosi daerah dengan semangat inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang Bujang Gadis tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kualitas, wawasan, dan kepedulian peserta terhadap budaya dan pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu memperkenalkan budaya serta pariwisata Kota Jambi ke tingkat yang lebih luas,” katanya.
Mariani juga menyebutkan bahwa tahun ini terdapat 102 peserta yang mengikuti seleksi, terdiri dari 97 peserta kategori kecamatan dan 5 peserta kategori umum.
“Untuk Bujang sebanyak 47 orang dan Gadis sebanyak 55 orang,” ungkapnya.
Rangkaian seleksi meliputi tahapan administrasi, tes kesehatan, psikotes, wawancara, pengumuman semifinalis, kegiatan outbound, karantina, pembekalan, malam unjuk bakat, field trip, table manner, hingga puncaknya pada malam Grand Final.
Pemerintah Kota Jambi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk sponsor dan lembaga pendukung, yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. (*)
















