• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Ketimpangan Antar wilayah Tebo Menguat, Pengamat Dorong Pemerataan APBD dan Investasi

14/04/2026

Oknum Pejabat Ditjenpas Jambi Ditangkap Polda Jambi, Diduga Jadi Dalang Peredaran 536 Butir Pil Ekstasi

13/07/2026

Wiranto Minta Bidpropam Usut Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik kasus Korupsi DAK Rp. 21,8 Miliar

09/07/2026

BPK Ungkap Anggota DPRD Muaro Jambi Berinisial AA Tak Laksanakan Reses, Dana Rp106,941 Juta Tetap Dibayarkan

08/07/2026

9 Tahun Bekerja Dengan Status Kontrak, Randu Kurniawan Gugat Perumda Tirta Mayang ke PHI Jambi

01/07/2026

KAMI Soroti Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung, Desak Aparat Usut Tuntas

02/07/2026

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

Wawako Diza Serahkan Pemanfaatan Program Kampung Bahagia Tahap I Tahun 2026

12/07/2026

Kota Jambi Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, 2.863 Agen Perlinsos Siap Diterjunkan

12/07/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home EKONOMI

Ketimpangan Antar wilayah Tebo Menguat, Pengamat Dorong Pemerataan APBD dan Investasi

by Redaksi
3 bulan ago
in EKONOMI
0

TAJOM.ID, JAMBI – Ketimpangan wilayah di Kabupaten Tebo dinilai masih menjadi persoalan struktural yang belum terselesaikan hingga saat ini. Dominasi sektor pertanian yang menyumbang hampir 50 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) telah menciptakan ketidakseimbangan antar sektor, dengan indeks Balance Growth sebesar 0,299 yang mengindikasikan disparitas tinggi—sejalan dengan temuan studi sejak periode 2001–2010 yang trennya masih berlanjut hingga 2025.

Menanggapi hal ini, pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menjelaskan bahwa ketimpangan tersebut tidak hanya terjadi antar sektor, tetapi juga antarwilayah kecamatan. Perbedaan mencolok terlihat antara Kecamatan Rimbo Bujang dengan jumlah penduduk sekitar 66.046 jiwa dibandingkan Tebo Ilir yang hanya 30.266 jiwa.

“Kesenjangan ini diperparah oleh keterbatasan infrastruktur yang menghambat mobilitas barang dan jasa. Akibatnya, biaya ekonomi menjadi tinggi dan produktivitas, terutama di sektor informal, sulit meningkat,” ujarnya, Selasa (14/4).

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 1,71 persen memang relatif rendah, namun belum mencerminkan kualitas tenaga kerja yang kuat. Sebagian besar masih bekerja di sektor informal dengan nilai tambah rendah.

Selain itu, realisasi belanja modal APBD tahun 2025 yang hanya mencapai sekitar 60,39 persen dari pagu dinilai belum optimal dalam mendorong pemerataan pembangunan. Keterbatasan investasi publik ini berdampak langsung pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah pinggiran.

Dampak ketimpangan tersebut tercermin pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Tebo tercatat sebesar 6,12 persen pada 2024, sementara prevalensi ketidakcukupan konsumsi (PoU) mencapai 11,03 persen—lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi.

“Data kemiskinan dan ketidakcukupan konsumsi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ada belum inklusif. Masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaat pembangunan secara merata,” tegas Noviardi.

Lebih jauh, ia mengingatkan adanya potensi risiko sosial seperti konflik agraria akibat tekanan terhadap lahan perkebunan, serta meningkatnya arus migrasi ke pusat-pusat kecamatan. Kondisi ini, jika tidak dikelola, dapat melemahkan kohesi sosial masyarakat.

Berdasarkan klasifikasi Klassen, Kabupaten Tebo bahkan masih tergolong sebagai daerah tertinggal di tingkat provinsi, yang menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Untuk itu, Noviardi mendorong Pemerintah Kabupaten Tebo agar memprioritaskan pemerataan APBD dan investasi dalam arah pembangunan ke depan. Diversifikasi ekonomi melalui pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal serta penguatan sektor jasa dinilai menjadi kunci utama.

“RKPD 2026 harus menjadi momentum transformasi. Pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan PDRB, tetapi harus memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” ujarnya.

Terakhir ia menambahkan, tanpa langkah strategis tersebut, ketimpangan wilayah di Tebo berpotensi terus melebar dan menghambat upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Tags: PDRBPengamat
Share198Tweet124SendScan
Previous Post

115 KK di Mendalo Darat Alami Krisis Air Bersih, Distribusi PDAM Terhenti 15 Hari

Next Post

Lari Bareng Wamendagri, Maulana Bahas Proyek Strategis hingga Investasi PSEL Tanpa Bebani APBD

Related Posts

Pelabuhan Ujung Jabung Harapan Masyarakat Jambi yang Tak Kunjung Jadi

by Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID - Kawasan Pelabuhan Ujung Jabung di Sungai Itik, Kecamatan Sadu, Tanjung jabung Timur itu dibangun di atas lahan seluas...

Next Post

Lari Bareng Wamendagri, Maulana Bahas Proyek Strategis hingga Investasi PSEL Tanpa Bebani APBD

Semarak Chinese Night 2026, Pertunjukan Seni Budaya Menuju HUT Kota Jambi Ke 80

Polresta Jambi Kembali Izinkan Truk Angkutan Batubara Melintas, LP3-NKRI Sebut Langgar Instruksi Gubernur

KSN PMKRI 2026 Soroti Kerentanan Sistem Pangan Nasional

Maulana Jemput Bola ke Kemenkeu, Dorong Pembiayaan Kreatif untuk Percepat Pembangunan Jambi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id