TAJOM.ID, JAKARTA – PTPN IV PalmCo membuktikan bahwa keberagaman suku bangsa bukan sekadar latar belakang sosial, melainkan aset strategis perusahaan. Sebagai salah satu raksasa perkebunan sawit dunia, perusahaan ini sukses menyatukan hampir 70 ribu tenaga kerja dari berbagai latar belakang etnis menjadi mesin produktivitas yang solid.
Berdasarkan data demografi per Desember 2025, PTPN IV PalmCo menaungi total 69.455 karyawan. Dari jumlah tersebut, tercatat sedikitnya 55 suku bangsa berbaur dalam ekosistem kerja perusahaan, mulai dari suku Jawa, Batak, Melayu, Dayak, Minang, Bugis, hingga perwakilan dari wilayah Indonesia Timur seperti Ambon, Flores, dan Papua.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa struktur demografi yang majemuk ini dikelola secara sadar sebagai kekuatan perusahaan.
“PTPN IV PalmCo benar-benar menjadi Miniatur Indonesia. Karena lokasi kebun banyak di pelosok dengan populasi lokal terbatas, saudara-saudara kita dari berbagai pulau datang untuk bekerja. Di sinilah pertemuan budaya terjadi dan dikelola menjadi kekuatan,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Menurut Jatmiko, kolaborasi lintas budaya ini menciptakan tim yang tangguh. Ia mencontohkan bagaimana ketekunan budaya Jawa bersinergi dengan ketegasan etos kerja Batak serta keramahan Melayu. Integrasi ini semakin kuat dengan penerapan nilai-nilai utama BUMN, yakni AKHLAK.
“Harmoni ini terlihat nyata saat hari besar keagamaan. Saat rekan Muslim merayakan Lebaran, operasional dijaga oleh rekan Nasrani dan Hindu, begitu pula sebaliknya. Operasional kami tidak pernah berhenti, dan persaudaraan justru semakin kuat,” tambahnya.
(AHP)








![Wali Kota Jambi dan Wakil Wali Kota Jambi saat meresmikan Wisata Kuliner Kota Tua pada Jumat, (3/4/2026). [Dok.Tajom.id]](https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260403_204901_073-75x75.jpg)












