TAJOM.ID, JAMBI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH., MH., menyebut Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA) sebagai role model atau panutan bagi alumni pondok pesantren di Provinsi Jambi. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren As’ad (IKAPPA) dan Bedah Buku HBA Berselancar di Dunia Impian, yang berlangsung di Hotel Sutha Inn, Telanaipura, pada Sabtu malam (21/6/2025).
“HBA merupakan salah satu sosok alumni pondok pesantren yang memiliki kiprah dan pengalaman luas, khususnya di bidang pemerintahan dan politik. Beliau menjadi inspirasi inovasi, meskipun implementasinya beragam. Oleh karena itu, marilah kita tetapkan tujuan setinggi langit,” ujar Sekda Sudirman dalam sambutannya.
Ia berharap, keteladanan HBA dapat menjadi referensi berharga bagi masyarakat, khususnya para alumni pondok pesantren, untuk terus melahirkan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan daerah.
“Semoga dapat menjadi teladan dan contoh lain yang dapat kita jadikan referensi, dengan harapan hasil yang lebih baik lagi. Kami berharap seluruh peserta, baik yang fokus pada buku maupun tidak, dapat berpartisipasi aktif dan menghasilkan gagasan inovatif konstruktif demi program kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Jambi,” lanjutnya.
Sekda juga menyampaikan bahwa Pondok Pesantren As’ad merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Kota Jambi, yang telah melahirkan banyak alumni. Oleh karena itu, keberadaan organisasi alumni seperti IKAPPA dinilai penting sebagai wadah untuk menghimpun para lulusan ponpes tersebut.
“Selanjutnya melalui momentum ini juga, mari kita doakan para pendiri Ponpes As’ad yang telah berjuang membangun ponpes ini. Karena melalui perjuangan panjang mereka, serta dengan niat baik dan semangat yang kuat, pesantren ini telah banyak berkiprah dan memberikan sumbangsih bagi masyarakat luas,” kata Sudirman.
Lebih lanjut, ia menilai mubes IKAPPA sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi, menyusun langkah bersama, dan memperkuat semangat dakwah, ukhuwah, serta solidaritas para alumni, baik yang berada di dalam Provinsi Jambi maupun di luar daerah.
“Selain itu, ini juga menjadi upaya kita mempererat jalinan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para alumni yang pada akhirnya berdampak terhadap meningkatnya kemajuan masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Sekda Sudirman juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi memiliki komitmen dan perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia. Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 2025–2029 dengan visi “Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029 di bawah Ridho Allah SWT”. Salah satu misinya adalah memantapkan keberlanjutan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia.

“Program PRO JAMBI, atau Program Jaringan Majukan Jambi, mencakup peningkatan kualitas pendidikan melalui beberapa inisiatif. Di antaranya, Pro Jambi Cerdas yang memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK dari keluarga kurang mampu, beasiswa S1, S2, dan S3 untuk masyarakat umum, serta program pendidikan vokasi yang dijalankan melalui kemitraan dengan lembaga dan dunia usaha, baik dalam maupun luar negeri,” jelas Sudirman.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan bedah buku HBA Berselancar di Dunia Impian. Sekda berharap kegiatan tersebut dapat memberikan informasi luas mengenai peran dan kontribusi pesantren serta nilai-nilai dasar yang ditanamkan di dalamnya, sehingga lebih dikenal masyarakat. Ia juga mengajak para alumni untuk terus berkontribusi secara positif terhadap umat dan pembangunan di mana pun berada.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Baharudin, S.Ag., menyampaikan bahwa tujuan utama bedah buku HBA Berselancar di Dunia Impian adalah menampilkan teladan nyata dari sosok HBA sebagai tokoh inspiratif yang sukses di bidang kepemimpinan publik, dengan latar belakang pendidikan pesantren.
“Tujuan kedua adalah sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi, sekaligus menginspirasi, khususnya alumni Pondok Pesantren As’ad dan masyarakat luas, bahwa integritas dan kerja keras mampu mewujudkan impian, bahkan melampauinya,” ujar Baharudin.(*)





















