• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Anggota Komisi V DPR RI H.Bakri HM. [Dok.Istimewa]

Jatuh Sakit, Anggota DPR RI H. Bakri Dikabarkan Dirawat di RS Medistra Jakarta

28/06/2026

Wawako Diza Buka Workshop Digital Marketing, Dorong Milenial Jambi Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Modern

27/06/2026

Wali Kota Jambi Lepas 97 Atlet Sepatu Roda Ikuti Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026

27/06/2026

Dekranasda Kota Jambi Dorong Generasi Muda Mandiri Lewat Pelatihan Membatik

24/06/2026

Buntut “Pasang Badan” Untuk MBG, Ivan Wirata dilaporkan Ke BK DPRD Provinsi Jambi

24/06/2026

GMNI Jambi Desak Klarifikasi Pernyataan Ivan Wirata Terkait MBG, Pertanyakan Netralitas Fungsi Pengawasan DPRD

22/06/2026

Wiranto Tantang Ivan Wirata Pasang Badan untuk Dugaan Anggaran Siluman 57 Miliar: Jangan Hanya MBG!

21/06/2026

Dandi Dukung Kajati Jambi Panggil Kajari, Pertanyakan Mandeknya Laporan Dugaan Korupsi Gedung Bank 9 Jambi

19/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

by Redaksi
30/06/2026
in Opini
0

Oleh : Jorgi Pasaribu

TAJOM.ID, JAMBI – Munculnya isu somasi antara Wakil Bupati dan Bupati Humbang Hasundutan harus dibaca sebagai alarm kelembagaan, bukan sekadar drama politik.

Ketika relasi dua pimpinan daerah menjadi konsumsi publik, yang paling terdampak bukan hanya citra pejabat, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap cara kerja birokrasi daerah.

Pemberitaan yang beredar juga menunjukkan bahwa persoalan ini telah memantik perhatian publik dan disebut sebagai konflik yang memanas, sehingga penanganannya tak boleh berhenti pada saling respons di ruang media.

Secara hukum, posisi wakil kepala daerah memang bukan jabatan simbolik. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menegaskan bahwa wakil kepala daerah mempunyai tugas membantu kepala daerah dalam memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Artinya, relasi bupati dan wakil bupati seharusnya dibangun dalam kerangka kerja yang jelas, terukur, dan saling menguatkan, bukan saling menegasikan.

Karena itu, inti persoalannya bukan pada ada atau tidaknya perbedaan pandangan. Perbedaan dalam pemerintahan adalah hal wajar. Yang menjadi masalah adalah bila perbedaan itu tidak segera diberi kanal penyelesaian yang tertib, tertulis, dan akuntabel.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri, melalui pejabat yang dikutip media, menekankan pentingnya penyelesaian internal, komunikasi yang harmonis, dan sinergi agar fokus pemerintahan tetap pada tujuan pembangunan daerah.

Dari perspektif kemajuan birokrasi, kasus ini justru harus dijadikan momentum pembenahan. Yang dibutuhkan Humbang Hasundutan sekarang adalah pembagian tugas yang tertulis, mekanisme koordinasi rutin, alur komunikasi yang tegas bagi seluruh perangkat daerah, dan standar penyelesaian konflik internal yang tidak bergantung pada persepsi pribadi.

Birokrasi yang sehat tidak lahir dari siapa yang paling keras bersuara, tetapi dari siapa yang paling konsisten menjalankan aturan dan memastikan layanan publik tetap berjalan.

Jika benar ada kekaburan peran, maka solusinya bukan memperpanjang silang pendapat di media sosial, melainkan memperkuat tata kelola. Pemerintah daerah perlu menunjukkan kedewasaan institusional: membuka ruang klarifikasi, menegaskan batas tugas, dan menjaga agar ASN tetap bekerja dalam satu garis komando pelayanan.

Masyarakat tidak sedang menunggu siapa yang menang dalam konflik internal; masyarakat menunggu pelayanan yang lebih cepat, kebijakan yang lebih pasti, dan pemerintahan yang lebih tenang.

Penulis Merupakan Mahasiswa Universitas Jambi 

Tags: Bupati HumbahasHumbahasHumbang HasundutanPemkab HumbahasUniversitas JambiUNJA
Share197Tweet123SendScan
Previous Post

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

Related Posts

Presiden BEM UNJA: Jangan Klaim Sepihak, BEM UNJA Tak Pernah Bergabung dengan BEM Nusantara Jambi

by Redaksi
8 bulan ago
0

TAJOM.ID, JAMBI - Menjelang pelantikan pengurus baru BEM Nusantara Jambi yang dijadwalkan pada 25 Oktober 2025, kritik tajam datang dari...

UNJA Gelar Workshop Pembuatan Sabun Padat dari Limbah Kelapa Sawit

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, MENDALO - Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dan Badan Pengelola Dana...

Jurusan Manajemen UNJA Gelar Workshop Kurikulum, Siapkan Aturan Baru untuk Mahasiswa 2025

by Tim Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, MENDALO - Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Kurikulum pada Kamis (26/6/2025) di...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id