TAJOM.ID, MUARO JAMBI – Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Perumahan Kembar Lestari I dan II, RT 28 dan RT 33, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mengalami krisis air bersih akibat terhentinya aliran air ledeng dari Perumda Tirta Muaro Jambi selama sekitar 15 hari.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab gangguan distribusi air tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan diduga terjadi pada jalur pipa distribusi menuju kawasan Kembar Lestari dan sebagian Perumahan Puri Arza. Sementara itu, pasokan air ke Perumahan Kembar Lestari III dan kawasan Perumahan Masurai dilaporkan masih berjalan normal.
Ketua RT 28 Desa Mendalo Darat, Sutrisno, mengatakan bahwa ratusan warga terdampak akibat tidak mengalirnya air ledeng tersebut.
“Kalau dihitung, sudah sekitar 15 hari air tidak mengalir. Sempat hidup dua hari lalu, tetapi debitnya sangat kecil,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa dan kecamatan. Bahkan, pihak Kecamatan Jaluko telah meminta data warga terdampak untuk ditindaklanjuti ke Perumda Tirta Muaro Jambi.
“Kami sudah sampaikan ke desa dan diteruskan ke pihak terkait. Beberapa hari lalu ada bantuan air menggunakan mobil tangki BPBD, namun belum mencukupi kebutuhan warga,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 28 Kembar Lestari I mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM. Ia menyebut gangguan distribusi air kerap terjadi, terutama pada akhir pekan, namun kali ini merupakan yang terlama.
“Biasanya memang sering mati, tapi ini yang paling lama sampai dua minggu lebih. Warga yang tidak punya sumur bor terpaksa membeli air atau menumpang di rumah keluarga,” ungkapnya.
Diketahui, sebagian kecil warga memiliki sumur bor pribadi sehingga tidak terlalu terdampak. Namun mayoritas warga masih bergantung pada layanan air PDAM.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama DPRD segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air bersih yang terjadi, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi. (*)




















