• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Reformasi Ketatanegaraan: Menuju Demokrasi yang Lebih Bermakna

11/06/2025

Maraknya Pelangsiran di SPBU 24.361.13 Pal 10 Kota Jambi, APH Diminta tindak Tegas! 

10/10/2026

Peko Meninggal, Netizen Serukan Boikot Jamtos: Soroti Akun Resmi yang Dinilai Tak Berempati

06/10/2026

Siapa RT Paling Digital di Kota Jambi? Pendaftaran Kampung Digital Dibuka

06/10/2026

Maxim dan Dinas Pendidikan Jambi Hadirkan MAXIM QUIZ: ENGLISH BRAIN, Dorong Pelajar Siap Hadapi Dunia Global

03/10/2026

Rakerda di Bandung, Kapolresta Jambi Lepas Keberangkatan Rombongan PWI Kota Jambi

01/10/2026

TP PKK Kota Jambi Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting

30/09/2026

Dugaan Penjebakan dan Penganiayaan oleh Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam, Mabes Polri Propam Jambi Langsung Lakukan penyelidikan 

29/09/2026

Wawako Diza Tegaskan Komitmen Pemkot Jambi Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

01/10/2026

Jelang MTQ ke-55, Wawako Diza Cek Kesiapan Venue dan Masjid di Kota Jambi

01/10/2026

43 Santri Wisuda Tahfizh 30 Juz, Wali Kota Maulana Tegaskan Dukungan Pendidikan Keagamaan di Kota Jambi

01/10/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

Reformasi Ketatanegaraan: Menuju Demokrasi yang Lebih Bermakna

by Tim Redaksi
11/06/2025
in Opini
0

TAJOM.ID, JAMBI – Maraknya kasus korupsi yang mencuat di berbagai sektor pemerintahan Indonesia kembali mengusik kesadaran publik akan rapuhnya sistem ketatanegaraan yang ideal. Hanrailes, seorang mahasiswa Hukum dari Universitas Jambi, menyampaikan pandangannya bahwa demokrasi Indonesia masih bersifat prosedural dan belum sepenuhnya menyentuh aspek substantif.

Menurut hemat penulis, demokrasi sejati tidak cukup hanya dengan terselenggaranya pemilu dan pergantian kepemimpinan secara berkala. Demokrasi yang ideal harus berpihak pada rakyat, menghadirkan keadilan sosial, transparansi, dan kesejahteraan bersama.

Korupsi menjadi ancaman serius terhadap makna demokrasi itu sendiri. Berdasarkan Fraud Triangle Theory, tindakan korupsi umumnya dipicu oleh tiga faktor: motivasi, kesempatan, dan rasionalisasi. Dalam konteks birokrasi Indonesia, lemahnya pengawasan sistemik membuka celah bagi para pelaku untuk menyalahgunakan kewenangan demi keuntungan pribadi.

Salah satu contoh nyata terjadi di Provinsi Jambi dalam kasus yang melibatkan mantan Gubernur Zumi Zola Zulkifli. Ia diduga menerima suap dari kontraktor proyek guna meloloskan pengesahan RAPBD provinsi. Kasus tersebut mencerminkan adanya motivasi ekonomi, lemahnya sistem pengawasan, serta pembenaran internal yang dilakukan oleh pelaku untuk merasionalisasi tindakannya.

Oleh karena itu, tantangan terbesar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini bukan hanya korupsi, tetapi juga dominasi oligarki dalam pengambilan keputusan serta rendahnya literasi politik masyarakat. Reformasi hukum dan penguatan mekanisme checks and balances antar-lembaga sangat mendesak.

Lebih lanjut,  memperluas partisipasi publik melalui edukasi politik yang merata dan penyediaan ruang diskusi yang sehat menjadi hal yang sangat penting. Hanya dengan begitu, Indonesia bisa melangkah menuju demokrasi yang lebih bermakna dan berpihak pada rakyat.

Penulis : Hanrailes Sianturi

Tags: Edukasi PolitikKasus korupsiOpini MahasiswaReformasi HukumUniversitas Jambi
Share217Tweet136SendScan
Previous Post

Upaya Lindungi Naskah Kuno di Toba: Identifikasi dan Pendaftaran ke Perpusnas

Next Post

Bupati Percepat Penyerahan SK PPPK Tahap I 2024

Related Posts

Sidang Korupsi Tirta Mayang, PH Sebut Kesaksian Ungkap Tak Ada Keterlibatan Terdakwa

by Redaksi
3 bulan ago
0

TAJOM.ID, KOTA JAMBI - Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan bahan kimia di Perumda Tirta Mayang Jambi...

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

by Redaksi
3 bulan ago
0

Oleh : Jorgi Pasaribu TAJOM.ID, JAMBI - Munculnya isu somasi antara Wakil Bupati dan Bupati Humbang Hasundutan harus dibaca sebagai...

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Redaksi
10 bulan ago
0

Oleh : Ima Siti Fatimah TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di...

Next Post

Bupati Percepat Penyerahan SK PPPK Tahap I 2024

Rusak Lingkungan, GMKI Jambi Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

Menjelajah Surga Tersembunyi Di Kabupaten Toba: Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

Wagub Sumut Terima Kunjungan Anggota DPD RI, Bahas Aspirasi Terkait Tiga UU Strategis

Tiga Pria Diamankan Terkait Dugaan Pencurian Barang Antik di Cagar Budaya Muaro Jambi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id