• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

RPJMD Sarolangun 2025–2029: Antara Visi MAJU dan Realitas Tantangan Pembangunan

11/06/2025

Peko Meninggal, Netizen Serukan Boikot Jamtos: Soroti Akun Resmi yang Dinilai Tak Berempati

06/10/2026

Siapa RT Paling Digital di Kota Jambi? Pendaftaran Kampung Digital Dibuka

06/10/2026

Maxim dan Dinas Pendidikan Jambi Hadirkan MAXIM QUIZ: ENGLISH BRAIN, Dorong Pelajar Siap Hadapi Dunia Global

03/10/2026

Rakerda di Bandung, Kapolresta Jambi Lepas Keberangkatan Rombongan PWI Kota Jambi

01/10/2026

TP PKK Kota Jambi Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting

30/09/2026

Dugaan Penjebakan dan Penganiayaan oleh Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam, Mabes Polri Propam Jambi Langsung Lakukan penyelidikan 

29/09/2026

Wawako Diza Tegaskan Komitmen Pemkot Jambi Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

01/10/2026

Jelang MTQ ke-55, Wawako Diza Cek Kesiapan Venue dan Masjid di Kota Jambi

01/10/2026

43 Santri Wisuda Tahfizh 30 Juz, Wali Kota Maulana Tegaskan Dukungan Pendidikan Keagamaan di Kota Jambi

01/10/2026

Wali Kota Jambi Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

01/10/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Opini

RPJMD Sarolangun 2025–2029: Antara Visi MAJU dan Realitas Tantangan Pembangunan

by Redaksi
11/06/2025
in Opini
0

TAJOM.ID  – Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sarolangun untuk periode 2025–2029 menjadi tonggak penting di awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Hurmin dan Gerry Trisatwika. Rencana ini bukan sekadar dokumen formal birokrasi, melainkan peta jalan pembangunan daerah lima tahun ke depan yang akan sangat menentukan nasib masyarakat Sarolangun.

Namun, apakah RPJMD ini benar-benar akan menjadi panduan yang menyelesaikan persoalan struktural daerah, atau justru menjadi sekadar rangkaian janji politik yang kehilangan arah saat masuk tahap implementasi?

Dalam proses penyusunannya, seperti yang disampaikan oleh Plt. Kepala Bappeda Sarolangun, Hj. Maria Susanti, RPJMD ini telah melewati Forum Konsultasi Publik (FKP) dan akan segera dikonsultasikan ke DPRD serta Pemerintah Provinsi Jambi.

Penyusunan ini juga berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025. Secara administratif dan prosedural, ini patut diapresiasi. Akan tetapi, persoalan pembangunan tidak cukup diselesaikan melalui prosedur teknokratis semata.

Visi “Sarolangun MAJU” memang terdengar inspiratif. Namun, keberhasilan visi ini bergantung sepenuhnya pada bagaimana misi yang diturunkan diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret, tepat sasaran, dan mampu menjawab persoalan mendasar di lapangan.

Misalnya, misi untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal terdengar ideal, tetapi belum ada penjelasan lebih lanjut bagaimana misi ini akan berhadapan dengan realitas dominasi ekonomi ekstraktif seperti industri sawit yang merusak lingkungan, atau bagaimana menghadapi ketimpangan ekonomi antar wilayah di kabupaten ini.

Lebih lanjut, perlu dikritisi apakah visi dan misi dalam RPJMD ini telah merespons peristiwa besar yang terjadi belum lama ini: banjir besar di awal 2024. Apakah penyusunan RPJMD mempertimbangkan kegagalan pengelolaan lingkungan yang menjadi akar banjir tersebut?

Apakah pembangunan infrastruktur yang dicanangkan benar-benar berbasis mitigasi bencana dan pemulihan ekosistem? Atau malah mengulang pola pembangunan yang eksploitatif dan reaktif?

Sejauh ini, belum tampak keberanian dalam RPJMD untuk secara eksplisit menyentuh persoalan sensitif seperti pengawasan terhadap ekspansi perkebunan sawit yang selama ini menjadi penyumbang kerusakan lingkungan di Sarolangun.

Padahal, banjir dan kerusakan ekologis tidak bisa hanya diselesaikan melalui slogan pembangunan infrastruktur atau pelayanan publik yang cepat tanggap. Diperlukan pendekatan yang lebih ekologis dan berkelanjutan, termasuk implementasi nyata dari kebijakan seperti ISPO dan RAD-KSB.

Di sisi lain, komitmen pada “pelayanan publik yang berorientasi cepat dan berakhlak” hanya akan menjadi jargon jika tidak disertai reformasi birokrasi secara menyeluruh. Masyarakat Sarolangun membutuhkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan benar-benar hadir menyelesaikan persoalan rakyat kecil—bukan hanya sibuk menyusun dokumen, rapat koordinasi, dan seremonial formal.

Akhirnya, kita sebagai masyarakat sipil, termasuk kalangan mahasiswa, harus mengawal RPJMD ini agar tidak menjadi dokumen elitis yang hanya diketahui oleh segelintir pejabat. RPJMD harus dibuka secara luas untuk publikasi dan kritik. Rencana yang baik adalah rencana yang hidup dalam partisipasi masyarakat, bukan yang mati di meja birokrasi.

RPJMD adalah janji. Tapi janji itu hanya akan bermakna jika ditepati melalui kerja nyata dan keberanian menghadapi kenyataan. Jika tidak, maka RPJMD Sarolangun 2025–2029 hanya akan menjadi catatan panjang dari daftar mimpi yang tidak pernah terwujud.

Penulis : Muhammad Okta Prihatin | Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Jambi

Tags: Opini MahasiswaUniversitas Jambi
Share208Tweet130SendScan
Previous Post

Unit Serigala Polsek Singkut Tangkap Spesialis Bongkar Rumah Pelaku Curanmor

Next Post

Pemerintah Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Sampah Sebelum 2029

Related Posts

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

by Redaksi
3 bulan ago
0

Oleh : Jorgi Pasaribu TAJOM.ID, JAMBI - Munculnya isu somasi antara Wakil Bupati dan Bupati Humbang Hasundutan harus dibaca sebagai...

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Redaksi
10 bulan ago
0

Oleh : Ima Siti Fatimah TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di...

Presiden BEM UNJA: Jangan Klaim Sepihak, BEM UNJA Tak Pernah Bergabung dengan BEM Nusantara Jambi

by Redaksi
12 bulan ago
0

TAJOM.ID, JAMBI - Menjelang pelantikan pengurus baru BEM Nusantara Jambi yang dijadwalkan pada 25 Oktober 2025, kritik tajam datang dari...

Next Post

Pemerintah Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Sampah Sebelum 2029

Presiden Pimpin Rapat Bahas Kesiapan Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura

Presiden Prabowo Resmi Buka Indo Defence 2025 Expo & Forum

Presiden Prabowo Resmi Buka Indo Defence 2025, Tegaskan Pentingnya Pertahanan untuk Keselamatan Bangsa

Presiden Prabowo Resmikan Kendaraan Listrik Taktis MV3-EV “PANDU” Produksi PT Pindad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id