• Latest
  • All
  • Artikel
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

18/12/2025

9 Tahun Bekerja Dengan Status Kontrak, Randu Kurniawan Gugat Perumda Tirta Mayang ke PHI Jambi

01/07/2026

KAMI Soroti Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung, Desak Aparat Usut Tuntas

02/07/2026

Humbang Hasundutan Butuh Kepastian Tata Kelola, Bukan Rivalitas Jabatan

30/06/2026

GMNI Jambi Resmi Laporkan Wakil Ketua DPRD Jambi, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik atas Program MBG

30/06/2026

Kebutuhan Darah Capai 18 Ribu Kantong Setahun, Wali Kota Maulana Dorong Gerakan Donor Sukarela

29/06/2026
Anggota Komisi V DPR RI H.Bakri HM. [Dok.Istimewa]

Jatuh Sakit, Anggota DPR RI H. Bakri Dikabarkan Dirawat di RS Medistra Jakarta

28/06/2026

Wawako Diza Buka Workshop Digital Marketing, Dorong Milenial Jambi Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Modern

27/06/2026

Wali Kota Jambi Lepas 97 Atlet Sepatu Roda Ikuti Kejuaraan Nasional Pariaman Open 2026

27/06/2026

Dekranasda Kota Jambi Dorong Generasi Muda Mandiri Lewat Pelatihan Membatik

24/06/2026

Buntut “Pasang Badan” Untuk MBG, Ivan Wirata dilaporkan Ke BK DPRD Provinsi Jambi

24/06/2026
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Tajom.id
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL
Home Daerah

Paradoks “Angka Keramat” 5 Persen: Menguji Daya Tahan Kelas Menengah di Tengah Transformasi Ekonomi 2025

by Redaksi
18/12/2025
in Daerah
0

Oleh : Ima Siti Fatimah

TAJOM.ID, JAKARTA – Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan sebuah catatan stabilitas yang unik. Di tengah guncangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan global, mesin ekonomi nasional tetap konsisten beroperasi pada level “angka keramat” 5 persen. Namun, di balik angka makro yang nampak kokoh ini, terdapat pergeseran struktural dan tekanan pada kesejahteraan riil yang menuntut perhatian lebih dari sekadar statistik pertumbuhan.

Stabilitas di Atas Fondasi yang Melandai

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen. Meski angka ini sedikit melambat dibandingkan capaian triwulan II sebesar 5,12 persen, realisasi tersebut tetap berada di atas ekspektasi pasar. Jika ditarik garis dari tahun 2023 yang tumbuh 5,05 persen dan tahun 2024 sebesar 5,03 persen, Indonesia menunjukkan ketahanan yang luar biasa dibandingkan rata-rata negara berpendapatan menengah lainnya.

Sektor manufaktur menjadi pahlawan di sisi produksi dengan pertumbuhan 5,54 persen, didorong oleh peningkatan permintaan produk logam dasar akibat kebijakan hilirisasi yang mulai matang. Namun, anomali terjadi di sektor pertambangan yang justru terkontraksi 1,98 persen pada triwulan III-2025, dipicu oleh penurunan harga nikel global dan hambatan operasional pada komoditas tembaga.

Dilema Kelas Menengah: Pertumbuhan Tanpa Kenaikan Upah?

Laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) dari Bank Dunia pada Desember 2025 menyuntikkan realitas pahit ke dalam narasi pertumbuhan ini. Meskipun ekonomi tumbuh stabil, kualitas lapangan kerja masih menjadi tantangan besar. Tercatat bahwa antara tahun 2018 hingga 2024, upah riil di Indonesia justru mengalami penurunan rata-rata 1,1 persen per tahun.

Kondisi ini menciptakan sentimen pesimisme pada ekspektasi penghasilan konsumen, yang tercermin dalam penurunan indeks dari 135,4 menjadi 133,2 pada pertengahan tahun.

Jangkar Kebijakan: Antara Stimulus MBG dan Disiplin BI

Menghadapi tekanan pada daya beli, pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen stimulus. INDEF memperkirakan program ini mampu menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,10 persen pada 2025 dan menyerap sekitar 820.000 tenaga kerja baru di sepanjang rantai pasok lokal.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tetap mengambil posisi waspada namun akomodatif. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 4,75 persen. Kebijakan ini merupakan langkah “keseimbangan sulit” untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian kebijakan bank sentral AS (The Fed), sembari memberi ruang bagi pemulihan sektor riil.

Danantara dan Ambisi Investasi Baru

Langkah transformatif lainnya ditandai dengan manuver Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pada kuartal IV-2025, lembaga ini merencanakan investasi sebesar USD 10 miliar, di mana 80 persennya dialokasikan untuk proyek domestik di sektor energi terbarukan, pangan, dan infrastruktur digital. Investasi ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru yang tidak lagi hanya bergantung pada siklus harga komoditas mentah.

Proyeksi 2026–2027: Jalan Panjang Menuju High-Income

World Bank dan IMF memproyeksikan Indonesia akan tetap tumbuh di kisaran 5,0 persen pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027. Namun, kunci utamanya terletak pada reformasi pasar tenaga kerja dan percepatan infrastruktur digital. Peningkatan kualitas internet dan digitalisasi layanan publik disebut sebagai fondasi krusial untuk menciptakan pekerjaan bernilai tambah tinggi yang mampu membayar upah standar kelas menengah.

Pertumbuhan 5 persen memang menjadi bukti ketahanan nasional, namun tahun 2025 mengingatkan kita bahwa stabilitas angka di atas kertas tidak selalu mencerminkan kesejahteraan di meja makan masyarakat. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar mengejar angka, melainkan memastikan bahwa setiap persentase pertumbuhan mampu mengembalikan martabat ekonomi kelas menengah Indonesia

Penulis Ima Siti Fatimah, Merupakan Mahasiswi Magister Pendidikan Ekonomi UNJ

Tags: EkonomiOpini MahasiswaUniversitas Negeri Jakarta
Share200Tweet125SendScan
Previous Post

Remaja Dan Naposobulung HKBP Belilas Sukses Gelar Natal Sesuai Instruksi Ephorus

Next Post

Seleksi Terbuka JPT Pratama Muaro Jambi Belum Selesai, 10 Nama Calon Kadis Sudah Percaya Diri Dilantik ?

Related Posts

Jambi Business Center Buka Lowongan Customer Service, Cek Syaratnya

by Redaksi
5 bulan ago
0

TAJOM.ID, Jambi - Kawasan bisnis terpadu paling bergengsi di Provinsi Jambi, Jambi Business Center (JBC), kembali membuka kesempatan berkarier bagi talenta...

Bukan Lagi Bonus, Tapi Beban? Saat Generasi Produktif Tak Punya Arah

by Redaksi
1 tahun ago
0

Oleh : Makhmudah TAJOM.ID - Indonesia berada di puncak bonus demografi, sebuah fase langka dalam sejarah bangsa ketika mayoritas penduduk...

100 Hari Kepemimpinan Al Haris, HMI Korkom Unbari: Bukan Jambi Mantap, Tapi Jambi Gelap

by Redaksi
1 tahun ago
0

TAJOM.ID, JAMBI - 20 Februari 2025 lalu Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik seluruh kepala daerah se-Indonesia yang telah ditetapkan...

Next Post

Seleksi Terbuka JPT Pratama Muaro Jambi Belum Selesai, 10 Nama Calon Kadis Sudah Percaya Diri Dilantik ?

Geruduk Gudang BBM Ilegal Simpang Sungai Duren, GSPI Minta APH Tindak Tegas

Dorong Transparansi Tata Kelola Aset Daerah, BEM Nusantara Jambi Pertanyakan Status Administratif Kincai Plaza

Mengejutkan! dugaan pungli berkedok retribusi selama belasan tahun Untuk Apa dan Siapa ?

Wako Maulana dan Wawako Diza Lepas Keberangkatan Rombongan Ketua RT Pilot Project Kampung Bahagia ke Bengkulu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

https://tajom.id/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260323-WA0019.mp4

Arsip

Tajom.id

Copyright © 2025 Tajom.id

  • Beranda
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Tentang Kami
  • Perlindungan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • ARTIKEL

Copyright © 2025 Tajom.id