TAJOM.ID, JAMBI — Aktivitas keluar-masuk sejumlah kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terpantau di sebuah ruko di Jalan Penerangan, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan pengangkutan dan penampungan solar yang disebut-sebut berasal dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Lokasi ruko berada di kawasan yang cukup terbuka dan berada di tepi Jalan Lintas Sumatra. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan terlihat masuk ke area ruko dan kemudian kembali keluar dalam rentang waktu sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, aktivitas serupa diduga berlangsung secara rutin dengan frekuensi pengangkutan yang disebut dapat mencapai lebih dari 30 kali dalam sehari.
Namun, informasi mengenai jenis BBM yang diangkut, volume yang keluar-masuk, serta tujuan akhir distribusinya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kendaraan Diduga Mengangkut BBM dari SPBU
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BBM disebut berasal dari berbagai jenis, mulai dari truk berukuran besar, truk sedang, kendaraan kecil hingga kendaraan yang sudah berusia cukup tua.
Kendaraan tersebut diduga membawa BBM dari SPBU menuju ruko yang disebut menjadi lokasi penampungan sementara.
Setelah berada di lokasi, BBM diduga dipindahkan atau ditampung sebelum kembali diangkut menggunakan kendaraan lainnya.
Jika informasi tersebut terbukti, pola tersebut dapat menunjukkan adanya rangkaian distribusi BBM yang meliputi pengambilan dari SPBU, pengangkutan, penampungan hingga pendistribusian kembali.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti siapa pihak yang mengelola aktivitas tersebut, berapa volume BBM yang dipindahkan setiap hari, serta kepada siapa BBM tersebut didistribusikan.
Cold Diesel Ikut Terpantau
Selain kendaraan lainnya, pantauan di sekitar lokasi juga menemukan kendaraan jenis cold diesel yang keluar-masuk area ruko.
Kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut BBM dari lokasi menuju pihak lain.
Informasi dari sumber di sekitar lokasi juga menyebut adanya dugaan perubahan atau modifikasi pada bagian tangki kendaraan sehingga kapasitas angkutnya lebih besar dibandingkan kondisi standar.
Informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan fisik kendaraan oleh pihak yang berwenang.
Jika nantinya ditemukan adanya modifikasi tangki dan kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar, aparat perlu menelusuri asal BBM, volume yang diangkut serta pihak yang menerima atau membeli BBM tersebut.
Lokasi Disebut Mendapat Penjagaan
Aktivitas di sekitar ruko tersebut juga disebut mendapat penjagaan. Sejumlah orang terlihat berada di bagian depan ruko.
Keberadaan orang-orang tersebut menjadi bagian yang perlu diklarifikasi untuk mengetahui apakah mereka memiliki hubungan dengan aktivitas yang berlangsung di lokasi atau hanya berada di sekitar kawasan tersebut.
Sementara itu, identitas pemilik ruko maupun pihak yang menguasai tempat tersebut juga belum dapat dipastikan secara independen.
Informasi yang diterima menyebut lokasi tersebut diduga berkaitan dengan seseorang bernama Sihombing. Namun, informasi mengenai kepemilikan maupun keterlibatan yang bersangkutan belum terverifikasi.
Karena itu, diperlukan konfirmasi langsung kepada pihak yang disebut agar informasi yang berkembang tidak menjadi tuduhan tanpa dasar.
Dugaan Solar Subsidi Dijual Kembali
Seorang warga Kota Jambi meminta aparat menelusuri dugaan aktivitas tersebut apabila BBM yang diangkut dan ditampung merupakan solar bersubsidi.
“Truk cold diesel itu diduga menjual minyak hasil langsiran dari SPBU. Ini harus ditelusuri kalau benar solar subsidi ditampung dan dijual dengan harga industri,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan informasi dan dugaan dari warga yang masih memerlukan pembuktian.
Untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, aparat dapat melakukan pemeriksaan terhadap dokumen transaksi, asal pembelian BBM, kendaraan yang digunakan, kapasitas dan volume angkutan, serta pihak yang menerima BBM.
Polisi Diminta Telusuri Rantai Distribusi
Dugaan aktivitas pengangkutan BBM di Jalan Penerangan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai asal BBM, mekanisme pembelian, volume yang diangkut, serta tujuan distribusinya.
Jika benar aktivitas pengangkutan berlangsung dalam frekuensi tinggi setiap hari, aparat perlu melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan juga penting untuk mengetahui apakah terdapat kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi, apakah BBM yang diangkut merupakan BBM bersubsidi, serta siapa pihak yang mengendalikan dan menerima distribusi BBM tersebut.
Penelusuran terhadap rantai distribusi dinilai penting agar penanganan tidak hanya berhenti pada kendaraan atau lokasi penampungan, tetapi juga dapat mengungkap pihak-pihak yang berada di balik distribusi apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Seluruh informasi mengenai dugaan penampungan dan distribusi solar bersubsidi dalam berita ini masih memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai terdapat hasil pemeriksaan atau proses hukum yang berkekuatan tetap.




















